Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Paspor Jamaah Haji Basah Setiba di Madinah, Petugas Ingatkan Risiko Besar di Balik Kelalaian Kecil

Peristiwa itu dialami dua jamaah haji asal Banjarmasin yang sempat menimbulkan kekhawatiran saat proses kedatangan berlangsung.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
MCH 2026
PASPOR BASAH - Kedatangan jamaah haji Indonesia di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Kota Madinah, Rabu (29/4/2026). Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir mengingatkan jamaah agar menjaga paspor dan kartu Nusuk karena menjadi kunci seluruh layanan digital selama di Tanah Suci. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Di tengah derasnya arus kedatangan jamaah haji Indonesia di Prince Mohammad Bin Abdul Aziz International Airport atau Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, ditemukan paspor jamaah dalam kondisi basah.

Peristiwa itu dialami dua jamaah haji asal Banjarmasin yang sempat menimbulkan kekhawatiran saat proses kedatangan berlangsung.

Namun situasi tersebut berhasil diatasi setelah petugas berkoordinasi cepat dengan otoritas bandara Arab Saudi.

Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir memastikan dokumen tersebut masih dapat dibaca dan tidak menghambat proses kedatangan.

Ia menegaskan kejadian ini tidak bisa dianggap sepele oleh jamaah.

“Kalau sampai rusak atau tidak terbaca, dampaknya bisa panjang karena seluruh sistem layanan haji sekarang sudah terintegrasi secara digital,” ujarnya, Kamis (30/4/2026). 

Tak hanya paspor, kartu Nusuk juga menjadi perhatian karena beberapa kali ditemukan tercecer di area kedatangan.

Padahal kartu tersebut menyimpan seluruh identitas digital jamaah mulai dari visa, hotel hingga jadwal ibadah di Arafah.

Di tengah sistem yang semakin modern, kelalaian kecil justru bisa berujung pada hambatan besar dalam pelayanan.

Karena itu jamaah diimbau menyimpan dokumen dalam pelindung tahan air dan memastikan selalu berada dalam jangkauan.

“Ini bukan sekadar kertas, tapi kunci seluruh layanan selama di Tanah Suci,” tegas Abdul Basir.

Dengan jumlah kedatangan yang telah menembus lebih dari separuh gelombang I, kewaspadaan terhadap hal mendasar menjadi bagian penting dari kelancaran ibadah. (*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved