Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Arab Saudi Perluas Asuransi Haji, Risiko Heat Stroke Ditanggung saat Puncak Ibadah

Kebijakan ini telah diinformasikan kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai bentuk peningkatan perlindungan jamaah.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
MCH 2026
ASURANSI JAMAAH HAJI- Petugas memayungi jamaah haji di area kedatangan Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Kota Madinah, Rabu (29/4/2026). Otoritas Arab Saudi menetapkan perluasan klausul asuransi bagi jamaah haji dengan tambahan perlindungan terhadap risiko panas ekstrem saat puncak ibadah. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Otoritas Arab Saudi menetapkan perluasan klausul asuransi bagi jamaah haji dengan tambahan perlindungan terhadap risiko panas ekstrem saat puncak ibadah.

Kepala Seksi Kesehatan PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makka  Edi Supriyatna menyebut kebijakan ini telah diinformasikan kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai bentuk peningkatan perlindungan jamaah haji.

Perluasan asuransi berlaku khusus pada 8 hingga 13 Dzulhijjah.

Jamaah haji dapat mengklaim biaya pengobatan jika mengalami kram panas, kelelahan akibat panas, hingga serangan panas atau heat stroke.

Namun, di luar periode tersebut, biaya pengobatan akibat gangguan panas tidak dapat diklaim sehingga jamaah harus menanggung sendiri biayanya.

Kram panas atau heat cramps merupakan kondisi kejang otot akibat kehilangan cairan dan elektrolit, sedangkan heat exhaustion ditandai kelelahan berat karena dehidrasi dan paparan suhu tinggi.

Adapun heat stroke menjadi kondisi paling berbahaya karena suhu tubuh dapat meningkat hingga 40 derajat celcius dan berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.

Edi mengimbau jamaah, baik yang berada di Kota Madinah maupun yang akan berangkat dari Tanah Air, untuk menjaga kondisi tubuh menghadapi cuaca panas di Kota Makkah.

Ia menekankan pentingnya pola minum teratur dengan konsumsi sekitar 200 mililiter air setiap jam yang diminum secara bertahap untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu, jamaah juga disarankan membawa perlengkapan pendukung seperti kipas, semprotan air, dan lap basah guna membantu menurunkan suhu tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.

Terpisah, petugas haji Indonesia di Daerah Kerja Bandara melakukan langkah antisipatif untuk mencegah heat stroke. 

Setiap jamah yang keluar dari pintu kedatangan langsung mendapatkan fasilitas payung. 

"Langkah ini untuk mengurangi kepanasan bagi jamaah haji," kata kepala sektor 1 Daker Bandara, Miftachul Huda. (hasim arfah/mch 2026)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved