Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Dari Gate ke Bus: Cara Baru Tata Jamaah Haji Sejak Langkah Pertama di Madinah

Sejak pertama kali kaki menginjak lantai bandara, jamaah kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Mereka langsung bergerak satuan kecil.

Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/MCH 2026
JAMAAH BERBARIS- Jamaah haji asal Indonesia berbaris naik ke bus di area Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Kamis (23/4/2026). Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menyebut pengelompokan sejak awal kedatangan sebagai fondasi utama pelayanan yang terintegrasi. 

Ringkasan Berita:
  • Kedatangan jamaah haji Indonesia tahun 2026 di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz terlihat lebih tertib dan tenang berkat penerapan sistem rombongan sejak awal. 
  • Jamaah langsung diarahkan dalam kelompok kecil sehingga alur pergerakan menjadi lebih rapi dan terkontrol.
  • Pengelompokan sekitar 40 orang per rombongan menjadi kunci pelayanan terintegrasi, mulai dari turun pesawat hingga naik bus. 
 

Laporan Hasim Arfah

Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH — Di tengah riuh kedatangan ribuan jamaah haji Indonesia di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, ada satu pemandangan yang terasa berbeda tahun 2026 ini. 

Alur lebih rapi, langkah yang lebih terarah, dan wajah-wajah jemaah yang tampak lebih tenang.

Bukan tanpa alasan. 

Sejak pertama kali kaki menginjak lantai bandara, jamaah kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Mereka langsung bergerak dalam satuan kecil, rombongan.

Kebijakan ini menjadi kunci baru dalam merapikan layanan haji 2026.

Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menyebut pengelompokan sejak awal kedatangan sebagai fondasi utama pelayanan yang terintegrasi.

“Kalau sejak awal rombongan sudah tertata, maka saat turun pesawat, keluar gate, hingga naik bus akan lebih tertib dan cepat,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Musim haji selalu identik dengan lonjakan manusia. 

Baca juga: Bandara Madinah Jadi Ruang Ramah Lansia dan Disabilitas

Tahun ini pun demikian. 

Arus kedatangan yang semakin padat membuat potensi jemaah terpisah dari kelompoknya menjadi tantangan nyata.

Di sinilah peran rombongan menjadi penting.

Setiap kelompok terdiri dari sekitar 40 orang, jumlah yang cukup untuk tetap terkendali, namun tetap efisien. 

Sejak keluar dari pesawat, jemaah diarahkan untuk tetap berada dalam lingkaran rombongannya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved