Haji 2026
Bandara Madinah Jadi Ruang Ramah Lansia dan Disabilitas
Sejak langkah pertama di terminal kedatangan, jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas tak dibiarkan berjuang sendiri.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Pelayanan haji di bandara tak hanya soal transportasi, tetapi juga pendampingan.
- Petugas sigap membantu jamaah lansia, termasuk layanan konsultasi fiqih khusus perempuan yang menjadi kebutuhan penting bagi mayoritas jamaah Indonesia tahun ini.
- Dengan sekitar 80 persen jamaah Indonesia tergolong berisiko tinggi dan puluhan ribu lansia, peran bandara menjadi krusial sebagai gerbang pelayanan awal.
Laporan Hasim Arfah
Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH- Di tengah padatnya arus jamaah haji dari berbagai penjuru dunia, ada satu sisi yang kerap luput dari perhatian.
Jamaah renta, lemah, atau memiliki keterbatasan fisik tetap bisa menjalani perjalanan ini dengan layak dan manusiawi.
Di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz, jawabannya terlihat nyata.
Sejak langkah pertama di terminal kedatangan, jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas tak dibiarkan berjuang sendiri.
Kursi roda telah bersiap di berbagai titik, didorong oleh petugas yang sigap menyambut.
Sementara itu, mobil golf hilir mudik di jalur khusus, mengantar jemaah menuju ruang tunggu Hajj Pavilion—tanpa harus menempuh jarak panjang dengan berjalan kaki.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menyebut fasilitas ini sebagai bentuk komitmen pelayanan yang inklusif.
Baca juga: Jejak Garam dan Doa: 6 Dekade Menabung, Nenek Penjual Ikan Asin dari Bandung Tiba di Tanah Suci
“Golf car disiagakan di Terminal Haji untuk mengantar jemaah dari terminal kedatangan menuju ruang tunggu atau Hajj Pavilion,” ujarnya di Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz, Kamis (23/4/2026).
Bagi banyak jamaah lansia, fasilitas ini bukan sekadar kemudahan—melainkan penopang utama agar mereka tetap bisa melanjutkan perjalanan ibadah.
Tak ada tarif untuk kursi roda, tak ada pungutan untuk layanan antar menggunakan mobil golf. Semua disediakan sebagai bagian dari pelayanan haji.
“Bagi jemaah yang memanfaatkan jasa dorong kursi roda dan golf car tidak ada biaya yang dibebankan,” tegas Abdul Basir.
Di tengah perjalanan panjang dan melelahkan, kepastian ini menjadi penguat—bahwa mereka tidak sendirian.
Di sela-sela aktivitas bandara, tersedia layanan konsultasi yang ditangani oleh petugas bimbingan ibadah perempuan.
| Jamaah Haji Jabar Puji Layanan Haji Indonesia: Pengaturan Kelihatan Sederhana tapi Dampak Signifikan |
|
|---|
| Sakit, Satu Calon Jamaah Haji Asal Bone Tertunda Keberangkatannya ke Tanah Suci |
|
|---|
| Ribuan Pengantar Calon Jamaah Haji Gowa Membludak, Tangis Haru Iringi Keberangkatan |
|
|---|
| Calon Jamaah Haji Gowa Tiba di Asrama Haji Sudiang, Jalani Pemeriksaan Admistrasi dan Kesehatan |
|
|---|
| 13 Tahun Menunggu, Air Mata Syukur Pecah di Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-24-Petugas-Layanan-Lansia-dan-disabilitas-mendorong-jamaah-haji-di-atas-kursi-roda.jpg)