Haji 2026
Tanpa Pungutan, Layanan Haji 2026 Diperketat: Jamaah Diminta Waspada Oknum
Khalilurahman menegaskan larangan tegas terhadap praktik pemberian maupun penerimaan uang.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
Ringkasan Berita:
- Kepala Daker Madinah tegaskan layanan haji bebas pungutan; petugas diminta fokus melayani jamaah, bukan dilayani.
- Jamaah diimbau hanya berinteraksi dengan petugas resmi beratribut lengkap dan diminta melapor jika ada indikasi pungli lewat kanal “Kawal Haji”.
- Seluruh layanan utama (akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan) siap menyambut kloter pertama, termasuk penyambutan dengan Selawat Badar.
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Menjelang kedatangan kloter pertama jamaah haji Indonesia, komitmen layanan bersih tanpa pungutan ditegaskan Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, DR Khalilurahman.
Penegasan ini menjadi sorotan penting di tengah tingginya mobilitas jamaah yang rentan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Dalam apel pagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di seluruh sektor, Khalilurahman menekankan, seluruh petugas hadir bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan memastikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jamaah berjalan optimal sejak kedatangan di Tanah Suci.
“Petugas hadir untuk melayani, bukan dilayani. Tidak ada ruang untuk pungutan dalam bentuk apa pun,” tegas di Kantor Daker Madinah, Senin (20/4/2026).
Ia secara khusus mengingatkan jamaah agar hanya berinteraksi dengan petugas resmi yang mengenakan atribut lengkap, termasuk identitas nama dan logo Kementerian.
Imbauan ini menjadi langkah preventif untuk menghindari praktik penipuan yang kerap muncul di tengah keramaian musim haji.
“Kalau tidak memakai atribut resmi, jangan dilayani. Itu bukan petugas,” ujarnya.
Lebih jauh, Khalilurahman menegaskan larangan tegas terhadap praktik pemberian maupun penerimaan uang.
Jamaah diminta berani melapor jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan kanal pengaduan resmi melalui platform “Kawal Haji”, serta mekanisme pelaporan berjenjang mulai dari ketua regu, ketua rombongan, hingga ke tingkat kloter, sektor, dan Daker.
“Semua laporan akan ditindaklanjuti. Jika bisa diselesaikan di tingkat kloter, tidak perlu naik. Namun jika diperlukan, Daker akan turun langsung,” jelasnya.
Di sisi lain, kesiapan layanan utama juga dipastikan telah rampung. Mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi hingga layanan kesehatan disebut siap menyambut jamaah yang akan mulai tiba di Madinah.
Sebagai bentuk penyambutan, tradisi lantunan Selawat Badar akan kembali digaungkan, menghadirkan nuansa hangat bagi jamaah setelah perjalanan panjang dari Tanah Air.
“Insyaallah kami siap menyambut kloter pertama dengan pelayanan terbaik,” kata Khalilurahman. (mch)
| Taaruf dan Doa Bersama, Petugas Daker Bandara Perkuat Soliditas Sambut Kloter Perdana |
|
|---|
| Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Kloter 2 Embarkasi Makassar Diundur |
|
|---|
| Sudah Masuk Asrama Haji, Ternyata Ini Penyebab Satu JCH Soppeng Batal Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
| 2.023 Calon Jemaah Haji Asal Bone Berangkat ke Tanah Suci, Ini Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Puluhan Tahun Menabung Receh Supir Truk Asal Sidrap Akhirnya Naik Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260422-Tanpa-Pungutan-Layanan-Haji-2026-Diperketat-Jamaah-Diminta-Waspada-Oknum.jpg)