Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Puluhan Tahun Menabung Receh Supir Truk Asal Sidrap Akhirnya Naik Haji

Ladalle mengenang, niat untuk berangkat haji sudah ia tanamkan sejak puluhan tahun lalu, tepatnya sekitar tahun 1980an. 

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
HAJI 2026 - Salah satu calon jemaah haji (JCH) asal Sidrap Ladalle Abdullah saat ditemui di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (21/4/2026). Ladalle Abdullah berangkat Tanah Suci modal tabungan puluhan tahun sebagai supir truk. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perjalanan menuju Tanah Suci bukanlah hal mudah bagi Ladalle Abdullah. 

Di balik usianya yang kini 61 tahun, tersimpan kisah panjang penuh perjuangan sebagai seorang sopir truk gabah yang perlahan mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk mewujudkan impian berhaji.

Ladalle sendiri tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 2 Embarkasi Makassar.

Dalam kloter itu, ada sebanyak 387 jamaah asal Kabupaten Sidrap yang akan berangkat ke tanah suci.

Ladalle mengenang, niat untuk berangkat haji sudah ia tanamkan sejak puluhan tahun lalu, tepatnya sekitar tahun 1980an. 

Saat itu, penghasilannya sebagai sopir jauh dari kata besar. 

Baca juga: 6.000 Bus Siap Angkut Jamaah Haji Indonesia

Namun, keterbatasan tak menjadi penghalang.

“Waktu gaji-gaji sedikit, seribu dua ribu dikumpul (untuk naik haji),” katanya kepada Tribun Timur saat ditemui di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (21/4/2026).

Dengan penghasilan sederhana dari mengemudikan truk pengangkut gabah, Ladalle tetap menyisihkan sebagian kecil pendapatannya. 

Uang yang mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, justru menjadi fondasi utama yang mengantarkannya ke panggilan suci.

Ia resmi mendaftar haji pada April 2011. 

Baca juga: 387 JCH Sidrap Tiba di Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Dini Hari

Sejak saat itu, Ladalle harus menunggu selama 16 tahun hingga akhirnya mendapat kesempatan berangkat tahun ini.

"Kalau tidak salah, menabung tahun 80an," ujaranya.

Kini, di usia senja, Ladalle tak lagi bekerja. Kondisi fisiknya pun tak sekuat dulu.

“Kemarin sopir mobil truk (gabah). Sopir mobil waktu mendaftar. Tapi sekarang tidak ada (kerja), sudah tua mi. Banyak penyakit,” ungkapnya.

Meski demikian, tekadnya tak pernah surut. 

Ia bahkan akan berangkat seorang diri, setelah sang istri lebih dulu menunaikan ibadah haji.

“Saya berangkat sendirian. (Istri) sudah naik, tinggal saya sendiri,” jelasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved