Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Jamin Kualitas Konsumsi Jamaah, Pengawasan Katering di Madinah Berlapis

Pengawasan komprehensif dalam tiga tahap utama yakni pra produksi, selama produksi, hingga proses distribusi ke hotel tempat jamaah menginap.

Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
Tribun-timur.com/ MCH 2026
KATERING JAMAAH- Petugas mengecek makanan di Katering Meez Marry, Kota Madinag, Arab Saudi, Senin (20/4/2026). Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung yang dipercaya Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sebagai tim pengawas katering, mengawal ketat seluruh proses penyediaan makanan di dapur-dapur penyedia jasa katering di Madinah. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung yang dipercaya Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sebagai tim pengawas katering, mengawal ketat seluruh proses penyediaan makanan di dapur-dapur penyedia jasa katering di Madinah.

Nova MH perwakilan tim pengawas dari Poltekpar NHI Bandung menegaskan, standar operasional prosedur (SOP) diterapkan tanpa kompromi. 

Pengawasan komprehensif dalam tiga tahap utama yakni pra produksi, selama produksi, hingga proses distribusi ke hotel tempat Jamaah Calon Haji (JCH) menginap.

“Pengecekan rutin kami lakukan tiga kali dalam sehari mengikuti jadwal makan jamaah,” kata Nova MH, Senin (20/4/2026) waktu setempat.

Nova menjelaskan, tim sudah mulai bergerak saat kota Madinah masih terlelap.

Misal untuk makan pagi, pengecekan sejak pukul 00.00 hingga 04.00 dini hari saat proses memasak dimulai. 

Begitu pula untuk makan siang, pengawasan sudah dimulai intensif sejak pukul 06.00 pagi.

“Selain pengawasan itu, kami juga melakukan pemeriksaan berkala pada penyimpanan bahan segar dan kering," kata Nova MH.

"Ini untuk memastikan tidak ada bahan yang basi atau rusak sebelum diolah,” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar di cuaca ekstrem Arab Saudi yakni menjaga agar makanan tidak cepat basi. 

Tim pengawas menekankan pentingnya suhu makanan saat keluar dari dapur. 

Makanan yang baik itu berada di suhu 60-70 derajat Celcius saat mulai didistribusikan ke hotel.

"Ini sangat krusial untuk menjaga suhu ruang agar makanan tetap higienis, tidak mudah basi, dan tiba di tangan jamaah dalam kondisi prima,” ujar Nova.

Kendati demikian, jamaah yang telah mendapatkan makanan juga diminta untuk segera menyantapnya tanpa harus menunggu waktu lama.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved