Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Tata Cara Ibadah Haji dari Ihram hingga Mabit di Mina Arab Saudi

Melaksanakan ibadah haji memerlukan pemahaman mendalam mengenai setiap tahapan ibadah yang harus dilakukan. 

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN TIMUR/Muh Hasim Arfah
TATA CARA HAJI- Rangkaian Ibadah Haji dari Ihram hingga mabit atau bermalam di Mina, Arab Saudi. Proses ibadah haji dimulai hingga 8 hingga 14 Dzulhijjah. 

Ringkasan Berita:
  • Seluruh rangkaian ritual dan tata cara pelaksanaan haji yang sesuai dengan tuntunan syariat. 
  • Beberapa doa penting yang biasa dibaca oleh jemaah dari Talbiyah hingga Doa Pulang Haji. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Ibadah haji adalah Rukun Islam kelima.

Ibadah wajib dilaksanakan umat Islam yang mampu secara fisik dan finansial. 

Bagi banyak orang, persiapan sebelum melaksanakan haji menjadi hal penting. 

Memahami tata cara haji adalah langkah awal yang sangat penting sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Pengetahuan ini tidak hanya membantu dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga memastikan bahwa haji yang dilakukan memenuhi ketentuan syariat Islam.

Lalu, apa saja urutan dalam pelaksaan ibadah haji yang sesuai dengan syariah? Yuk, simak panduan lengkapnya, mulai dari ihram hingga tahallul akhir

Dikutip dari website badan pengelolaan keuangan haji (BPKH), berikut manasik haji, lengkap dengan urutan, doa, dan tata cara di dalamnya.

Baca juga: Kanwil Kemenhaj Sulsel Imbau Calon Jamaah Haji Segera Lunasi ONH

Urutan Manasik Haji

Melaksanakan haji memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai setiap tahapan ibadah yang harus dilakukan. 

Berikut urutan manasik haji yang perlu dipahami:

1. Ihram

Ihram merupakan niat memasuki ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram, pakaian sederhana yang melambangkan kesucian. Ihram dimulai dari miqat, tempat yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji

2. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah adalah puncak dari ibadah haji, di mana seluruh jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan. Waktu wukuf dimulai sejak siang hingga terbenamnya matahari.

3. Mabit di Muzdalifah
Setelah wukuf, jemaah bermalam di Muzdalifah, mengumpulkan batu kerikil yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah.

4. Melempar Jumrah
Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah melemparkan tujuh batu kerikil ke arah tugu jumrah sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved