Haji 2026
2 Jamaah Difabel Asal Sinjai Berangkat Haji, Dapat Pendampingan Khusus
Kepala Kemenhaj Sinjai Kamriati Anis, mengatakan pihaknya memberangkatkan 44 JCH untuk kloter 17
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Dua jemaah difabel dapat panggilan naik haji tahun 2026 ini
- Keduanya Saifuddin HM Abd Muin Saideng (tunanetra) dan Kasma Muskin Nusi (tuna daksa)
- Kemenhaj memberikan pendampingan khusus kepada jemaah difabel
TIRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Dua Jamaah difabel mendapatkan pendampingan khusus dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pada kelompok terbang (Kloter) 17 Embarkasi Makassar, terdapat dua jamaagh calon haji (JCH) difabel.
Dia adalah Saifuddin HM Abd Muin Saideng (tunanetra) dan Kasma Muskin Nusi (tuna daksa)
Keduanya sama-sama berasal dari Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sinjai, Kamriati Anis, mengatakan pihaknya memberangkatkan 44 JCH untuk kloter 17.
Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan jamaah difabel yang mendapat perhatian khusus.
"Jadi kebetulan di tempat kami Kabupaten Sinjai ada dua yang difabel, satu yang tunanetra dan satu yang amputasi kaki," katanya kepada Tribun Timur di Asrama Haji Sudiang, Sabtu (2/5/2026).
Ia mengaku, jamaah dengan amputasi kaki sebelumnya sempat tertunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan yang belum memenuhi syarat istitha’ah.
Namun kondisi kesehatan jamaah tersebut sempat memburuk hingga harus menjalani amputasi.
“2025 lebih parah lagi karena sudah harus amputasi. Ya tahun 2024 itu saya bersama suaminya. Jadi saya bersama suaminya berangkat di tahun 2024,” ungkapnya.
Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan selama satu tahun pascaamputasi, jamaah tersebut akhirnya dinyatakan layak berangkat dengan pendampingan.
“Alhamdulillah di tahun 2026 ini, setelah setahun pemeriksaan kesehatan, diamputasi, akhirnya dengan rajin memeriksa, alhamdulillah bisa berangkat dengan istitha’ah pendampingan,” ujarnya
Pendampingan yang diberikan mencakup tiga aspek, yakni obat, alat, dan orang, dengan anggota keluarga sebagai pendamping utama.
Sementara itu, satu jamaah lainnya merupakan penyandang tunanetra yang sebelumnya berdomisili di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan melakukan mutasi ke Kabupaten Sinjai.
| Jamaah Tunanetra Kloter 17 Embarkasi Makassar Berangkat Haji, Menabung 20 Tahun |
|
|---|
| 2 Kali Tertunda karena Amputasi, Kasma Akhirnya Berangkat Haji |
|
|---|
| Cuaca Panas di Arab Saudi, Kemenhaj Sulsel Ingatkan JCH Rutin Konsumsi Air Putih |
|
|---|
| Dari Jepara ke Embarkasi Makassar, Begini Alur Pembuatan Gelang Identitas Jamaah Haji |
|
|---|
| 67 Ribu Jemaah Haji Tiba di Madinah, Kadaker Bandara Apresiasi Kinerja Petugas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260502-Kamriati-Anis-3.jpg)