Haji
Pemerintah Arab Saudi Cek Ulang Kesehatan Calon Haji di Bandara, Tidak Lolos Bisa Dipulangkan
Proses pemenuhan syarat istitha’ah kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan medis menyeluruh yakni fisik, kognitif dan mental.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Sulsel Ikbal Ismail menyebut pemerintah Arab Saudi sudah memberikan warning terkait pemeriksaan kesehatan.
- Calon jemaah dari provinsi-provinsi ini akan menjalani proses persiapan akhir sebelum berangkat ke tanah suci melalui bandara embarkasi dan debarkasi di Makassar.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemeriksaan kesehatan jemaah calon haji harus diperketat.
Jemaah dinyatakan istitaah harus dijamin mampu melaksanakan ibadah haji.
Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi juga memperketat pemeriksaan kesehatan sebelum perjalanan ibadah.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Sulsel Ikbal Ismail menyebut pemerintah Arab Saudi sudah memberikan warning terkait pemeriksaan kesehatan.
"Pemerintah arab berikan warning ke Indonesia nantinya pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan mengambil sampel di Bandara Internasional Arab Saudi. Jadi begitu jemaah tiba di King Abdul Aziz ada tim mereka ambil sampel memeriksa kesehatan," kata Ikbal Ismail dalam podcast "Yang Baru Dari Haji 2026" di Redaksi Tribun-Timur.com pada Rabu (10/12/2025) sore.
Pemeriksaan langsung dilakukan dari bandara kepada jemaah.
Baca juga: Pelunasan Haji Sulsel Baru 27 Persen, Batas Waktu 23 Desember 2025
Apabila tidak memenuhi syarat, maka jemaah bisa saja dipulangkan ke Indonesia.
"Bila tidak memenuhi istitaah, informasi kami terima jemaah tersebut akan dipulangkan. Makanya pemeriksaan kesehatan di daerah di perketat, kami tidak mau jemaah korban," jelas Ikbal Ismail.
Proses pemenuhan syarat istitha’ah kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan medis menyeluruh.
Meliputi pemeriksaan fisik, kognitif, mental, dan kemampuan menjalankan aktivitas harian.
Ikbal sudah menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, agar pelayanan pemeriksaan kesehatan jemaah mendapat prioritas.
"Kami kemarin koordinasi dengan pemda dan dinkes agar layanan pemeriksaan kesehatan khusus haji, karena kemarin (2025) masih ada gabung umum medical check-up," jelas Ikbal Ismail.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin terus mengimbau jemaah melakukan pemeriksaan kesehatan lalu pelunasan.
Biaya yang harus dituntaskan sekitar Rp 30 juta per orang.
| Jamaah Asal Makassar Apresiasi Pelayanan Haji 2026, Sebut Lebih Tertata dan Humanis |
|
|---|
| Kain Mispa dan Warnai-warni Ceria Jamaah Haji Asal Sidrap |
|
|---|
| Tak Sekadar Menyambut, Syaharuddin Larif Turun Tangan Layani Jemaah Haji Asal Sidrap |
|
|---|
| Perputaran Uang Catering Haji Triliunan, Nurdin Dorong Ekspor Pangan RI ke Arab Saudi |
|
|---|
| Kloter Pertama Berangkat 22 April, Jadwal Lengkap Pemberangkatan JCH Embarkasi Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251211-Ikbal-Ismail-dalam-podcast.jpg)