Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Retret Kades

Kades Curio Enrekang Ikuti Retret ala Militer: Bangun Jam 3 Pagi

Kades Curio, Kabupaten Enrekang Saenal mengungkapkan, seluruh kades se-Sulsel juga diajarkan untuk lebih disiplin waktu itu.

|
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Muh Hasim Arfah
Istimewa
RETRET KADES SULSE- Suasana retret kepala desa se Sulawesi Selatan di Rindam XIV Hasanuddin, Pakatto, Kecamatan Bontorannu, Kabupaten Gowa, Jumat (12/12/2025). Dari ribuan kades yang mengikuti retret itu, turut hadir Kades Curio, Kabupaten Enrekang, Saenal Budi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Kepala Desa (Kades) se Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti Jambore Kepala Desa di Rindam XIV Hasanuddin, Pakatto, Kecamatan Bontorannu, Kabupaten Gowa.

Dari ribuan kades yang mengikuti retret itu, turut hadir Kades Curio, Kabupaten Enrekang, Saenal Budi.

Saenal mengatakan, dirinya sudah mengikuti retret kades Sulsel selama dua hari.

Selama itu kata dia, seluruh peserta diberikan bekal materi bagaimana cara membangun desa.

"Iye, sudah dua hari saya di sini. Banyak materi yang diberikan seperti, koperasi, mengelola keuangan, termasuk besok materi pertanian dari kementerian langsung," katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (12/12/2025).

Saenal mengungkapkan, seluruh kades se-Sulsel juga diajarkan untuk lebih disiplin waktu itu.

Baca juga: 147 Kades Luwu Ikut Jambore Sulsel, Kades Padang Kalua Umi: Banyak Aktivitas Fisik

Dia membeberkan, peserta diwajibkan bangun lebih pagi mengikuti kegiatan yang telah disiapkan panitia.

"Jam 3 sudah disuruh bangun untuk apel, terus salat subuh. Kita diajarkan disiplin di sini," ungkapnya.

Saenal pun mengutarakan, retret ini sangat membantu kepala desa untuk mengembangkan potensi desa yang ada.

Mulai dari memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di desa.

"Kalau pribadi ini sangat bermanfaat kalau misalnya kadesnya benar-benar menerapkan materi yang sudah diberikan di desa nanti," ucapnya.

"Mulai dari pengelolaan keuangan, mengembangkan potensi dan sebagainya, di sini sangat detail diajarkan," lanjutnya.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka kegiatan ini dengan mengenakan setelan loreng-loreng ala panglima.

Tongkat komando turut dibawa sebagai simbol kepemimpinan.

Di hadapan ribuan kepala desa, ia memberikan wejangan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved