Citizen Reporter
Kamis Sore: Jepangnya Anak Frater
Berikut adalah beberapa kegiatan yang paling berkesan selama perjalanan saya di ekstrakurikuler Jepang.
Salah satu momen paling spesial dalam ekstrakurikuler Jepang adalah ketika kami mendapat kunjungan dari Mrs. Arai Miwa, seorang tamu dari Jepang.
Beliau sangat ramah dan hangat, membuat kami merasa bangga bisa menyambut langsung tamu dari negeri yang budayanya kami pelajari.
Pada kesempatan itu, kami diajari membuat hanko sederhana dari penghapus.
Hanko adalah cap atau stempel pribadi yang biasa digunakan di Jepang.
Dengan alat ukir kecil, kami membuat pola sederhana di atas penghapus, lalu mencobanya di atas kertas.
Pada saat itu, saya membuat pola nama saya yaitu (Sheren).
Rasanya menyenangkan sekaligus menantang.
Kegiatan ini memberi saya pengalaman nyata tentang budaya otentik Jepang, langsung dari orang Jepang sendiri.
Opening Ceremony Porseni dengan Tarian Soran Bushi
Salah satu momen paling berkesan adalah saat ekstrakurikuler Jepang tampil di Opening Ceremony Porseni dengan membawakan tarian tradisional Soran Bushi.
Mengenakan yukata dan happi, kami menari penuh semangat diiringi musik khas Jepang.
Momen itu membuat saya merasa bahwa ekstrakurikuler Jepang bukan hanya wadah belajar budaya, tetapi juga sarana memperkenalkan persahabatan Indonesia–Jepang kepada orang lain.
Setelah lebih dari satu tahun mengikuti ekstrakurikuler Jepang, saya merasa pengalaman ini memberi banyak pelajaran serta kenangan berharga.
Jadwal rutin setiap Kamis selalu membuat saya menantikan kegiatan berikutnya dengan penuh semangat.
Sebenarnya masih banyak kegiatan lain, seperti menonton anime bersama, belajar lagu Jepang, hingga berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari.
Salah satunya melalui Yuki, seorang siswa yang lahir di Indonesia, sejak kecil pindah ke Jepang, tetapi kembali melanjutkan pendidikan di SMA Frater Makassar karena mengikuti orang tuanya yang bekerja.
Setiap kegiatan, sekecil apa pun, selalu memberi kesan tersendiri.
Bagi saya, ekstrakurikuler ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga jembatan persahabatan Indonesia–Jepang sekaligus keluarga kedua yang penuh keceriaan.
Karena itu, saya sering mengajak teman dan adik kelas bergabung agar mereka juga merasakan manfaatnya.
Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa persahabatan dapat terjalin melalui tawa, makanan sederhana, dan tarian yang dipersembahkan dengan sepenuh hati.
Itulah sebabnya saya bangga menjadi bagian dari ekstrakurikuler Jepang SMA Frater Makassar.
Naskah telah disunting oleh Ibu Meta Sekar Puji Astuti, Ph.D (Ketua program studi kajian Budaya, Dosen Prodi Departemen Sastra Jepang FIB UNHAS-PERSADA).
(*)
| Tim Pengabdian UNM Bekali Pengurus Pesantren di Bulukumba dengan Standar Akuntansi Keuangan Modern |
|
|---|
| Milad ke-27 HMP BDP FIKP Unhas Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Mahasiswa |
|
|---|
| Kampus Harus Jadi Tempat Utama Implementasikan Kebijakan soal HAM |
|
|---|
| Isi Poster Mahasiswa Psikologi UNM Bikin Karyawan PT Bumi Karsa Bersemangat dan Termotivasi |
|
|---|
| UPA Bahasa UNM Gelar Pelatihan TOEFL bagi Tenaga Pendidik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Sheren-Putri-Pongkapadang.jpg)