Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Citizen Reporter

1.500 Ahli Teknik Tanah Hadiri Konferensi Internasional HATTI 2025

Konferensi tahunan ini dihadiri sekira 1500 orang dan menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang teknik sipil dan geoteknik.

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Sudirman
citizen reporter
MUNAS - Musyawarah Nasional Khusus (Munasus) I dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXIX HATTI 2025. Dihadiri sekira 1500 orang dan menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang teknik sipil dan geoteknik. 

Ir Asmar, ST, MT

Ahli Madya Geoteknik / Komisaris Utama PT Geomektan Indonesia

TRIBUN-TIMUR.COM - Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) menggelar Annual International Conference on Geotechnical Engineering 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin hingga Rabu, 10–12 November 2025. 

Annual International Conference on Geotechnical Engineerin bersamaan Musyawarah Nasional Khusus (Munasus) I dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXIX HATTI 2025.

Konferensi tahunan ini dihadiri sekira 1500 orang dan menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang teknik sipil dan geoteknik.

Di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Doddy Hanggodo, M.PE., Ketua Umum HPJI, Dr. Ir. Hedy Rahadian, M.Sc., Hendra Jitno, Ph.D dari Institut Teknologi Nasional Bandung, serta Prof. Ir. Indra Djati Sidi, Ph.D. dari Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).

Acara ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang teknik tanah untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Peran Vital Geoteknik

Sejumlah pembicara menekankan pentingnya peran geoteknik dalam pembangunan infrastruktur nasional. 

Geoteknik merupakan cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari perilaku tanah, batuan, dan material bumi serta interaksinya dengan struktur buatan manusia.

Ilmu ini berfungsi memastikan stabilitas dan keamanan konstruksi, mulai dari fondasi gedung bertingkat, jembatan, bendungan, hingga terowongan dan jalan raya.

“Indonesia memiliki kondisi geologi yang sangat beragam dan kompleks. Karena itu, kemampuan geoteknik menjadi kunci untuk membangun infrastruktur yang tidak hanya kuat, tapi juga tangguh menghadapi bencana alam,” ujar Prof. Indra Djati Sidi.

Kolaborasi untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ketua Panitia Ir. Andi KS Kartawiria, ST.,MT dalam sambutannya menyebut, kesuksesan konferensi ini tercermin dari banyaknya peserta yang terlibat.

Terdiri dari 9 pembicara utama, 38 pembicara, dan lebih dari 1500 peserta. 

Konferensi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia industri. 

Dengan mengusung semangat inovasi dan keberlanjutan, HATTI mendorong penerapan teknologi geoteknik modern dalam pembangunan infrastruktur nasional yang ramah lingkungan dan tahan bencana.

Melalui forum ini, peserta diharapkan dapat merumuskan langkah konkret untuk menghadapi tantangan pembangunan di era perubahan iklim dan urbanisasi yang pesat.

Konferensi internasional ini sekaligus menegaskan komitmen HATTI dalam mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan infrastruktur Indonesia yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved