Kongres Persatuan PWI
Kongres Persatuan: Akhmad Munir Ketua Umum PWI Pusat 2025-2030, Atal S Depari Ketua Dewan Kehormatan
tim formatur, Akhmad Munir memilih Fathurrahman (mewakili Sumatra), Lutfi Hakim (Jawa), dan Sarjono (mewakili Sulawesi)
Oleh: M Dahlan Abubakar
Pengurus PWI
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Drs Akhmad Munir yang saat ini menjabat Direktur Utama LKBN “Antara”, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030 setelah memperoleh 52 suara dalam pemilihan di BPPTIK Komdigi Cikarang Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025) malam.
Calon lain, Henry Chaeruddin Bangun memperoleh 35 suara, dari total 87 suara yang berhak memberikan suaranya dari 39 PWI Provinsi. Tidak ada suara batal atau pun abstain dalam pemilihan Ketua Umum PWI Pusat ini.
Sementara dalam pemilihan Ketua Dewan Kehormatan, Atal S Depari meraih juara terbanyak (44 suara), sementara pesaingnya Sihono HT meraih suara 42. Saling kejar suara dalam pemilihan Ketua Dewan Kehormatan ini berlangsung ketat. Namun Atal Depari unggul lebih dulu 44 suara. Satu suara tidak sah dari 87 suara yang sah.
Henry Ch Bangun merebut angka pertama 1 hingga 5, namun Akhmad Munir kemudian terus memimpin saat suaranya berjumlah 15. Terjadi kejar-kejaran suara dalam pemilihan yang disiarkan langsung melalui “live streaming” youtube Kongres Persatuan PWI yang berlangsung 29-30 Agustus 2025. Suara Akhmad Munir tidak terkejar oleh Henry saat perolehan suaranya mencapai 30, kemudian berlanjut ke suara 40, dan 45, saat bersamaan Akhmad Munir tidak terkejar lagi karena sudah memperoleh suara lebih separuh. Suara Henry terhenti di angka 35 (tujuh ikat), saat Akhmad Munir mengukir angka 10 ikat plus 2 suara, total 52 suara.
Akhmad Munir dalam visi dan misinya mengungkapkan, tugas utama jika dipercayakan memimpin PWI Pusat adalah melakukan konsolidasi organisasi, melakukan rekonsiliasi total untuk melanggengkan persatuan dengan niat ketulusan. Menghindari polarisasi dan kita ingin menciptakan persatuan dan rekonsiliasi secara lahir dan batin.
“Dampak dualisme kepengurusan di PWI Pusat membuat ‘branding’ kita kehilangan ‘trust’ (kepercayaan) yang harus kita bangun,” ujar Direktur Utama Kantor Berita Nasional (KBN) Antara tersebut saat tampil memberikan visi dan misinya di sidang pleno Kongres Persatuan PWI Pusat di BPPTIK Komdigi Cikarang, Bekasi, Sabtu (30/8/2025).
Akhmar Munir menekankan, kita harus membangun kepercayaan tersebut dengan memulihkan citra PWI. Dalam waktu dekat setelah konsolidasi organisasi akan melaksanakan festival untuk membuat citra PWI kembali memperoleh kepercayaan dari pemangku kepentingan (stakeholders).
“Jika diberi kepercayaan memimpin PWI, saya akan membangun ekosistem pers Indonesia di tengah disruspi informasi media social,” ujar Akhmad Munir.
Akhmad Munir dilahirkan di Sumenep 15 Desember 1966, putra pasangan Fathorasyid-Ny. Rukmini. Akhmad Munir ditinggal ayahnya yang meninggal dunia pada tahun 1982, saat dia duduk di kelas 1 SMA. Ibunya, Ny.Rukmini akhirnya mengambil alih posisi sebagai “single parent” dan membiayai sekolah putranya dengan jahit menjahit.
Setamat SMA, Akhmar Munir melanjutkan kuliah ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Jember (UNEJ). Untuk membiayai kuliahnya karena pada semester VI mulai merasakan kesulitan memperoleh biaya kuliah, dia rajin menulis artikel di berbagai media di Jawa Timur. Tulisannya menyangkut masalah sosial, ekonomi, politik, hukum, dan terkadang masalah seni dan budaya.
Honornya yang dia peroleh dari tulisannya yang berkisar Rp 15-25 ribu per tulisan mampu membiayainya menyelesaikan kuliah di UNEJ.
Sambil berkuliah di UNEJ, Akhmad Munir magang di Radio Suara Kvar Jember. Setelah lulus dia memulai karier di LKBN Antara Biro Jawa Timur pada tahun 1992 sebagai Pembantu Koresponden di Madura dengan lokasi tugas di Pamekasan. Honornya dibayar sesuai jumlah berita yang disiarkan. Pada tahun 1994 dia naik pangkat menjadi Koresponden dengan kontrak nilai tertentu dan target jumlah berita tertentu tiap bulan.
“Kalau tidak salah Rp 150.000 pada tahun 1994 dengan target 45 berita per bulan,”Akhmad Munir mengingat-ingat seperti dilansir “Antara”.
Pada tahun 2008-2009, dia mulai dipercaya memimpin LKBN Antara Bengkulu dan kemudian kembali menjadi Asisten Manajer Pemberitaan LKBN Antara Jawa Timur (2009-2010) hingga menjadi Kepala Biro LKBN Antara Jawa Timur. Akhmad Munir selama dua periode (2010-2019) menjabat Ketua PWI Provinsi Jawa Timur.
Kongres Persatuan PWI
M Dahlan Abubakar
Akhmad Munir
Atal S.Depari
Henry Chaeruddin Bangun
Henry Ch Bangun
Biddokkes Ungkap Penyebab Meninggalnya 2 Korban di Kantor DPRD Makassar, Alami Luka Bakar 99 Persen |
![]() |
---|
Grab Kirim Karangan Bunga ke Rumah Affan Kurniawan di Menteng |
![]() |
---|
Atlet 21 Daerah Ikuti Kualifikasi Tenis PORPROV Bone-Wajo 2026 di Makassar |
![]() |
---|
Ketua Apdesi Bantaeng Dilaporkan KDRT, Istri Ungkap Suaminya Selingkuh dengan Mahasiswa KKN |
![]() |
---|
Sekdes Kalobba Sinjai Tersangka Penganiayaan Bocah 11 Tahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.