Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sidak Pasar, Wabup Bulukumba Temukan Harga Minyak Goreng Naik Tinggi

Edy Manaf meminta Bulog segera melakukan intervensi pasar agar distribusi minyak goreng kembali normal dan harga dapat dikendalikan.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
MINYAK GORENG - Wakil Bupati Bulukumba, A Edy Manaf, melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok menjelang Iduladha 2026 di Pasar Tradisional Cekkeng, Kamis (21/5/2026). Wabup menemukan kenaikan harga minyak goreng akibat terbatasnya stok di pasaran. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNGBULU - Pemerintah Kabupaten Bulukumba, menemukan kenaikan harga minyak goreng saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok menjelang Iduladha 2026 di Pasar Tradisional Cekkeng, Kamis (21/5/2026).

Wakil Bupati Bulukumba, A Edy Manaf, yang turun langsung memantau harga pasar menyoroti lonjakan harga minyak goreng Minyak Kita akibat terbatasnya stok di pasaran.

Saat ini, harga Minyak Kita tercatat mencapai Rp22.500 per liter, naik dari sebelumnya sekitar Rp18.000 per liter.

Kenaikan tersebut dipicu kosongnya stok Minyak Kita di gudang Bulog.

Melihat kondisi itu, Edy Manaf meminta Bulog segera melakukan intervensi pasar agar distribusi minyak goreng kembali normal dan harga dapat dikendalikan.

“Harusnya stok Bulog didistribusikan ke pasar-pasar sehingga stok dan distribusi tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus melakukan pemantauan harga untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.

Selain minyak goreng, sejumlah komoditas pangan lain juga mulai mengalami kenaikan harga.

Harga kentang naik dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram, sedangkan wortel naik dari Rp5 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram.

Sidak pasar tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Sekretaris Daerah Bulukumba, kepala OPD terkait, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Bulukumba.

Sebelum turun ke pasar, pemerintah daerah lebih dulu menggelar rapat koordinasi TPID guna membahas kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha serta strategi pengendalian inflasi daerah.

Sementara itu, seorang warga Bulukumba, Rismayani, berharap pemerintah terus memantau harga bahan pokok agar tidak semakin memberatkan masyarakat menjelang Iduladha.

“Kita berharap pemerintah memantau jual beli pedagang khususnya bahan pokok agar harga tidak terlalu tinggi,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved