Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

2 Jam Listrik Padam di RSUD Bulukumba, Pasien Anak Trauma hingga Warga Terjebak di Lift, DPRD Murka

Namun, peristiwa itu berdampak luas yang melibatkan banyak pihak yang diminta keterangan untuk bertanggungjawab.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
LISTRIK RSUD - Komisi II DPRD Bulukumba rapat dengar pendapat soal listrik padam dengan RSUD dan PLN di kantor DPRD, Senin (26/4/2026). Pemadaman listrik tak hanya dikeluhkan masyarakat pasien dan keluarganya. 

Terkait peristiwa itu pihak PLN menegaskan tidak ada pemadaman di area rumah sakit.

"PLN tidak pernah memadamkan saat itu," kata Kepala PLN ULP PLN Bulukumba Zulham Arifin.

Ia juga mengatakan bahwa batas wewenang PLN hanya sampai KWH meteran.

Sedang di bagian dalam gedung RSU bukan wewenang PLN.

Sementara Manajmen RSUD menyampaikan, pemadaman karena adanya penyambungan untuk alat operasi jantung di Gedung Perawatan Jantung yang baru saja selesai dibangun.

"Instalasi listriknya membutuhkan daya yang besar sehingga instalasinya harus di panel pusat," kata Humas RSU Andi Ayatullah.

Pengerjaan instalasi rencananya berlangsung hanya 15 sampai 20 menit menjadi molor karena motorized listrik di panel utama yang membagi listrik tiba tiba rusak (tidak bisa mengangkat listrik) sehingga pihak teknisi melakukan sambungan langsung (jumper)

Proses jumper ini membutuhkan waktu satu jam lebih karena beberapa kabelnya cukup besar.

Ini murni perangkat yang rusak sehingga terjadi insiden ini.

Atas kejadian ini, pihak rumah sakit mengambil pembelajaran penting untuk lebih hati hati atau merencanakan dengan baik ketika akan melakukan instalasi yang harus pemadaman total seluruh rumah sakit.

Soal genset tidak difungsikan, itu karena genset adalah bagian dari sumber suplai listrik yang posisinya sama dengan aliran PLN.

Yang rusak itu motorized yang di panel pembagi. Bukan di sumber listriknya

Atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, manajemen RSUD H. Andi Sulthan Dg Radja Bulukumba menyampaikan permohonan maaf sebesar besarnya kepada seluruh pasien dan keluarga pasien. 

Pemeliharaan serta peningkatan sistem kelistrikan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan rumah sakit.

Manajemen rumah sakit juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pengertian serta kesabaran pasien dan keluarga selama proses pemadaman dan penanganan berlangsung.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved