Peternak di Bulukumba Sulsel Was-was, 6 Ekor Sapi Raib dalam Semalam
Di saat permintaan sapi kurban meningkat, para peternak justru dihadapkan pada ancaman kehilangan hewan ternak.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
Ringkasan Berita:
- Aksi pencurian sapi marak di Bulukumba, Sulawesi Selatan menjelang Iduladha.
- Terbaru enam ekor sapi milik dua warga di Bulukumpa hilang dengan kerugian sekitar Rp30 juta.
- Kasus telah dilaporkan ke polisi dan aparat masih memburu pelaku sekaligus mengimbau warga untuk lebih waspada.
TRIBUNBULUKUMBA.COM, TANETE - Pencurian ternak kian meresahkan warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) jelang Iduladha.
Di saat permintaan sapi kurban meningkat, para peternak justru dihadapkan pada ancaman kehilangan hewan ternak.
Peristiwa terbaru di Pattiroang, Kelurahan Jawi-jawi, Kecamatan Bulukumpa.
Sebanyak enam ekor sapi milik warga dilaporkan hilang pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 23.30 Wita.
Dua peternak menjadi korban, yakni Muhammad Saiful yang kehilangan satu ekor sapi, serta Hardiana kehilangan lima ekor.
"Total enam ekor sapi kami yang hilang dicuri," kata Saiful, Rabu (29/4/2026).
Ironisnya, kandang sapi berada tak jauh dari rumah, hanya sekitar 100 meter.
Baca juga: Sapi Bali dan Simental Jadi Primadona Pembeli Meski Harganya Naik Rp 1 Juta
Korban baru menyadari kehilangan sapi keesokan paginya.
Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Bulukumpa dengan nomor laporan STPL/B/30/IV/2026.
Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
Aksi pencurian serupa juga pernah terjadi di Desa Tibona dan Desa Sapubonto.
Dari sejumlah kasus, baru di Desa Sapubonto yang terungkap.
"Kami masih cari pelaku, Polres ikut membantu Polsek Bulukumpa," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Andi Imran.
Ia meminta dukungan masyarakat agar melaporkan jika ada oknum warga yang dicurigai terlibat pencurian.
Apalagi insiden terjadi di tengah kenaikan harga sapi kurban.
Tahun ini, harga sapi di Bulukumba naik sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor.
Tahun lalu harga sapi per ekor diperoleh dari peternak Rp15 juta, kini naik menjadi Rp16 juta per ekor.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Samsul Bahri
| Kronologi Menantu Tikam Mantan Mertua di Lorong Sempit Bulukumba, Berawal Antar Makanan ke eks Istri |
|
|---|
| Putra Eks Bupati Tantang Fahidin HDK Pimpin PKB Bulukumba |
|
|---|
| 2 Jam Listrik Padam di RSUD Bulukumba, DPRD Panggil PLN |
|
|---|
| Serbuan Pengusaha Gabah Luar Daerah, 21 Penggilingan Padi Bulukumba Terancam 'Lumpuh' |
|
|---|
| Gaji di Bawah UMP Masih Marak di Bulukumba, Aktivis Buruh Minta Pemerintah Bertindak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260429-Distribusi-sapi-kurban-dari-Sinjai-ke-Bulukumba.jpg)