Ancaman El Nino Hantui Petani Bulukumba, 2.000 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen
Area sawah yang rawan kering ini berada di Kecamatan Kajang, Herlang, Bontotiro dan Bontobahari.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Petani di Bulukumba dilanda kekhawatiran akibat ancaman El Nino, terutama karena tidak semua sawah memiliki irigasi memadai.
- Sekitar 2.074,64 hektar sawah tadah hujan berpotensi mengalami kekeringan dan gagal panen, terutama di wilayah Kajang, Herlang, Bontotiro, dan Bontobahari.
- Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Andi Trismiati, mengimbau petani mempercepat masa tanam dan menggunakan varietas padi berumur pendek agar terhindar dari puncak kemarau Juli–Agustus.
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bulukumba, Sulawesi Selatan, Andi Trismiati, menyebut banyak petani sedang was-was atas ancaman el nino.
Pasalnya tidak semua sawah di Bulukumba memiliki irigasi yang baik.
Ada sawah yang rawan kekeringan jika tidak hujan.
Sawah yang berpotensi gagal panen seluas 2.074,64 hektar atau sawah tadah hujan.
"Sawah ini hanya andalkan air hujan dan petaninya banyak harap bantuan," kata Trismiati, Sabtu (25/4/2026).
Sedang sawah irigasi 20.916 hektar. Kemudian secara keseluruhan 22.991,33 hektar.
Baca juga: Petani Bulukumba Terima 10 Ton Benih Padi Tahan El Nino dari Kementan
Area sawah yang rawan kering ini berada di Kecamatan Kajang, Herlang, Bontotiro dan Bontobahari, sedang sisanya ada di kecamatan lain seperti di Gantarang.
Trismiati mengajak petani yang rawan sawahnya kering agar mempercepat penanaman padi pasca panen saat ini.
Kemudian menanam bibit yang tidak lama masa panennya.
"Sehingga puncak kemarau Juli-Agusus nanti, padi itu bisa selamat karena menanamnya cepat," katanya.
Ia juga minta penyuluh menyiapkan pompa di desa dan kecamatan agar diberi petani yang rawan sawahnya kering.
Saat ini masyarakat tani di Bulukumba sebagian telah panen. Dan sebagian baru memasuki masa panen.
Bulukumba diprediksi terdampak el nino ringan.
Berbeda dengan wilayah lain di Sulsel seperti di Jeneponto, Gowa, Takalar, dampak el nino akan panjang.
Meski demikian ia tetap waspada atas dampak itu.
Petani di Kalimessang Nawir mengatakan bahwa sebagian area sawah sering kering di musim panen kedua setiap tahun.
Penyebabnya air irigasi tak mampu menjangkau.
Akibatnya petani kerap gagal panen di daerah itu.
Selain itu, ada penurunan debit air di sungai-sungai.
| Petani Bulukumba Terima 10 Ton Benih Padi Tahan El Nino dari Kementan |
|
|---|
| Puluhan Ribu Hektare Sawah di Maros Berpotensi Kekeringan, Pemkab Antisipasi Gagal Panen |
|
|---|
| Perpadi Sulsel Protes PLN Bulukumba, Tambah Daya Rp172 Juta Tak Kunjung Direalisasi |
|
|---|
| Harga Beras dan Kol Naik di Bulukumba, Sejumlah Komoditas Lain Justru Turun |
|
|---|
| 3 Tersangka Kasus LPG Subsidi di Bone Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-25-Kepala-Dinas-Pertanian-dan-Ketahanan-Pangan-Bulukumba-Andi-Trismiati.jpg)