Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anak dan Tetangga Jadi Pelaku Pembunuhan Sadis di Bulukumba

Kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Lingkungan Kalimessang, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
KASUS PEMBUNUHAN- Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto menjelaskan kasus pembunuhan di Kalimessang, Kecamatan Gantarang, Rabu (1/3/2026). Dua pelaku ditahan termasuk seorang anak korban. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA – Kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Lingkungan Kalimessang, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, akhirnya berhasil diungkap polisi.

Korban diketahui bernama Idris, yang ditemukan tewas mengenaskan di sebuah gubuk di pinggir Pantai Kalimessang.

Kondisi jasad korban sangat memprihatinkan, dengan luka parah pada bagian leher akibat senjata tajam serta perut yang telah terbuka.

Kapolres Bulukumba, Restu Wijayanto, mengungkapkan bahwa kasus ini terkuak setelah anak korban sendiri melaporkan hilangnya sang ayah yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.

“Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri dalam kondisi tidak bernyawa di gubuk tersebut,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk anak korban bernama Syamsir (35) dan seorang tetangga, Mellanio (72).

Baca juga: DPO Kasus Penikaman Bulukumba Ditangkap Setelah Setahun Buron

Dari hasil pemeriksaan, keduanya justru mengakui sebagai pelaku pembunuhan.

“Dua saksi mengaku sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban yakni Syamsir dan Mellanio,” jelas Kapolres.

Dari hasil penyidikan terungkap bahwa aksi pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Keduanya merancang aksi pada Sabtu malam (28/3/2026) di rumah Syamsir di wilayah Gantarang.

Pada Minggu (29/3/2026) dini hari, kedua pelaku mendatangi gubuk tempat korban beristirahat.

Saat korban tertidur, Mellanio menggorok leher korban menggunakan parang.

Sementara itu, Syamsir melakukan penikaman di bagian perut korban hingga menyebabkan luka fatal.

Polisi menyebut, senjata yang digunakan hanya satu parang dan dipakai secara bergantian oleh kedua pelaku.

Motif pembunuhan diduga kuat karena dendam. Mellanio diketahui memiliki konflik sebelumnya dengan korban, sedangkan Syamsir mengaku sakit hati karena tidak diakui sebagai anak kandung.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved