Antre BBM
Harga BBM di Pelosok Bulukumba Tembus Rp15 Ribu per Liter, Naik 50 Persen
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah pelosok Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan,
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA- Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah pelosok Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mulai menembus Rp15 ribu per liter.
Di Kecamatan Kindang yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota, warga membeli Pertalite dengan harga Rp14 ribu per liter. Sementara itu, harga di Desa Borongrappoa bervariasi antara Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per liter.
“Di kampung kami di Borongrappoa, harganya bervariasi, mulai Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per liter untuk Pertalite,” ujar Sahar, warga setempat, Kamis (26/3/2026).
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Kajang. Bahkan, di sejumlah pelosok kecamatan tersebut, pengecer menjual Pertalite hingga Rp15 ribu per liter atau per botol.
Para penjual BBM di desa mengaku terpaksa menaikkan harga karena pasokan Pertalite sulit diperoleh. Warga harus mengantre lama di SPBU, sementara stok BBM sering cepat habis.
“Kalau dapat, harus antre cukup lama di SPBU. Selain itu, BBM juga cepat habis,” kata Siti Ramlah, warga Kindang.
Keterbatasan akses menjadi salah satu penyebab tingginya harga BBM. Selain jarak yang jauh, sejumlah kecamatan di Bulukumba belum memiliki SPBU.
Baca juga: Lonjakan Arus Balik Lebaran Picu Antrean BBM di Bone, Pertamina Tambah Pasokan BBM di SPBU Tocina
Saat ini, Bulukumba memiliki 16 unit SPBU yang tersebar di beberapa kecamatan. Namun, masih ada empat kecamatan tanpa SPBU, yakni Kajang, Herlang, Bontotiro, dan Kindang.
Adapun SPBU tersedia di Kecamatan Ujung Loe, Bulukumpa, Ujung Bulu, Gantarang, dan Rilau Ale.
Pantauan siang hari, antrean kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, masih terlihat di sejumlah SPBU di Bulukumba.
Pengelola SPBU Katangka, Andi Syukur, mengatakan permintaan BBM meningkat menjelang dan setelah Lebaran, sehingga memperparah antrean.
Pertamina: Distribusi BBM Aman
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto menjelaskan, peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir tercatat sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang dan selama momen Idulfitri 2026.
Kondisi ini menyebabkan penyaluran di sejumlah SPBU berlangsung lebih cepat dari biasanya.
“Adanya peningkatan demand dalam beberapa hari terakhir seiring momentum Idulfitri,” kata Lilik Hardiyanto, dalam keterangan resminya via WhatsApp kepada Tribun-Timur.com, Selasa (24/3/2025).
Saat ini, kata Lilik, Pertamina terus melakukan upaya percepatan recovery stok di seluruh lembaga penyalur di Kabupaten Bulukumba dan Sinjai agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260326_ANTREAN-PANJANG_antrean-panjang-BBM-Bulukumba-2026.jpg)