Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bulukumba

Serbuan Pengusaha Gabah Luar Daerah, 21 Penggilingan Padi Bulukumba Terancam 'Lumpuh'

Kondisi tersebut dipicu masuknya pengusaha gabah dari luar daerah, bahkan dari luar Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pulau Jaw

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sakinah Sudin
Tribun Timur/ Samsul Bahri
PENGUSAHA GABAH - Aktivitas buruh mengangkut karung gabah di salah satu pabrik penggilingan padi di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Sabtu (18/4/2024). Masuknya pengusaha gabah dari luar daerah dikhawatirkan mengurangi pasokan bahan baku dan mengganggu operasional penggilingan padi lokal. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA – Pengusaha gabah lokal di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengungkapkan kekhawatiran terhadap terancamnya pasokan gabah ke pabrik penggilingan padi lokal. 

Saat ini, tercatat 21 unit penggilingan padi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Bulukumba.

21 unit penggilingan padi itu berpotensi kehilangan bahan baku dari petani.

Kondisi tersebut dipicu masuknya pengusaha gabah dari luar daerah, termasuk dari Pulau Jawa, yang langsung membeli gabah ke tingkat petani dengan harga lebih tinggi.

Akibatnya, banyak petani memilih menjual gabahnya kepada pengusaha luar tersebut, sehingga pasokan gabah tidak lagi masuk ke penggilingan lokal di Bulukumba.

“Petani memang bisa mendapat keuntungan lebih besar, tetapi sifatnya hanya sesaat," kata Mas’ud Harun perwakilan Forum Penggiling Padi Lokal Bulukumba (FPPLB), Rabu (29/4/2026).

"Dampaknya justru merugikan kami karena gabah dibawa keluar Bulukumba dan diolah di daerah lain,” jelasnya.

Mas’ud menjelaskan, masuknya pengusaha gabah dari luar daerah berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang.

Jika pasokan gabah ke penggilingan lokal terus berkurang, maka produksi pabrik tidak bisa berjalan optimal.

Dampak lanjutannya adalah berkurangnya jam kerja, bahkan ancaman pemutusan kerja bagi karyawan dan buruh penggilingan.

Ancaman tersebut semakin berat dengan potensi dampak fenomena El Nino.

Di Bulukumba, lebih dari 2.000 hektare lahan pertanian disebut berisiko terdampak jika musim kemarau datang lebih cepat tahun ini.

Perlu Payung Kebijakan dan Pengawasan Ketat

Aspirasi ini, kata Mas’ud, telah disampaikan kepada Bupati Bulukumba, A. Muchtar Ali Yusuf.

FPPLB mengapresiasi respons cepat bupati yang telah meneruskan persoalan tersebut kepada Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved