Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tak Meledak Tapi Mematikan: Aksi Bius Ikan Jadi Sorotan di Bulukumba

Kapal Polair Bripka Afrianus mengatakan, kegiatan ilegal itu menjadi perhatian.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
BIUS IKAN - Polair Bira Bulukumba menangkap ke tiga pelaku bom ikan, Senin (19/1/2026) lalu. Kini polair sedang mendalami aksi bius ikan. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, BONTOBAHARI- Aksi oknum nelayan melakukan pembiusan ikan menjadi sorotan di wilayah perairan Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kegiatan itu menjadi sorotan petugas keamanan di Kabupaten Bulukumba.

Kapal Polair Bripka Afrianus mengatakan, kegiatan ilegal itu menjadi perhatian.

Ia meminta masyarakat nelayan untuk segera melaporkan aksi bius ikan.

"Kalau ada warga yang mendapati aksi bius ikan mohon dilaporkan ke kami," kata Bripka Afrianus kepada TribunBulukumba.com, Selasa (27/1/2026).

Ia menegaskan, pihaknya akan menindalanjuti aksi pelaku bius ikan.

Afrianus menegaskan bahwa aksi bius itu tidak mematikan ikan secara langsung.

Namun dalam waktu lama, terumbu karang rusak yang mengancam kepunahan ikan.

Aksi pelaku bius ikan itu tidak kasat mata seperti penggunaan bom ikan.

Yang dapat kelihatan dari kejauhan karena suara ledakan dan efek dampaknya.

"Kalau bius tidak meledak karena berada di bawah air laut, tapi merusak laut," katanya.

Sebagai upaya pencegahan, Afrianus mensosialisasikan ke nelayan agar tak menggunakan bius ikan.

Edukasi ke nelayan telah berjalan dengan memberikan pemahaman bahwa dampaknya bisa di masa mendatang habitat ikan habis dan pada akhirnya ikan laut sulit di temukan. 

Tangkap 3 Nelayan Asal Sinjai karena Gunakan Bom Ikan

Polair Bira Bulukumba menangkap ke tiga pelaku bom ikan

Mereka adalah Yunus (43), sebagai nelayan asal Desa Pattongko, Kabupaten Sinjai.

Rahmat (37), sebagai nelayan, Desa Buah Kabupaten Sinjai.

Dan Idu (27) sebagai seorang nelayan, Pattongko, Sinjai.

Mereka ditangkap karena diduga terlibat aksi pengeboman ikan di Laut Bontobahari.

Warga Sinjai itu melakukan aksi pengeboman ikan di perairan sebelah timur Pantai Samboang, Bontobahari, Senin (19/1/2026) lalu.
Ketiga nelayan ini ditangkap setelah adanya laporan nelayan lainnya kepada pihak Polair terkait maraknya penggunaan bom ikan di wilayah tersebut.

Ketiga pelaku langsung ditangkap bersama kapal dan sejumlah barang bukti.

Kini ke tiga nelayan tersebut sedang menjalani proses hukum di Polda Sulsel. 

Sementara pemerhati ekosistem laut bernama Hamsah di Bulukumba berharap agar pelaku dapat diproses hukum.

"Kita berharap petugas dapat proses hukum pelaku. Jangan ada toleransi jika merusak ekosistem laut," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved