Tak Meledak Tapi Mematikan: Aksi Bius Ikan Jadi Sorotan di Bulukumba
Kapal Polair Bripka Afrianus mengatakan, kegiatan ilegal itu menjadi perhatian.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Mereka adalah Yunus (43), sebagai nelayan asal Desa Pattongko, Kabupaten Sinjai.
Rahmat (37), sebagai nelayan, Desa Buah Kabupaten Sinjai.
Dan Idu (27) sebagai seorang nelayan, Pattongko, Sinjai.
Mereka ditangkap karena diduga terlibat aksi pengeboman ikan di Laut Bontobahari.
Warga Sinjai itu melakukan aksi pengeboman ikan di perairan sebelah timur Pantai Samboang, Bontobahari, Senin (19/1/2026) lalu.
Ketiga nelayan ini ditangkap setelah adanya laporan nelayan lainnya kepada pihak Polair terkait maraknya penggunaan bom ikan di wilayah tersebut.
Ketiga pelaku langsung ditangkap bersama kapal dan sejumlah barang bukti.
Kini ke tiga nelayan tersebut sedang menjalani proses hukum di Polda Sulsel.
Sementara pemerhati ekosistem laut bernama Hamsah di Bulukumba berharap agar pelaku dapat diproses hukum.
"Kita berharap petugas dapat proses hukum pelaku. Jangan ada toleransi jika merusak ekosistem laut," harapnya. (*)
| Harga Beras dan Kol Naik di Bulukumba, Sejumlah Komoditas Lain Justru Turun |
|
|---|
| 3 Tersangka Kasus LPG Subsidi di Bone Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta |
|
|---|
| Kartini Masa Kini, Kadis Kominfo Bulukumba Dorong Perempuan Percaya Diri dan Produktif |
|
|---|
| Bulukumba Siaga Kemarau 2026, Perkuat Irigasi dan Arahkan Petani Tanam Varietas Tahan Kering |
|
|---|
| Galaxy Makassar City Target Promosi ke Liga 3, Bakal TC di Malang Hadapi Putaran Nasional Liga 4 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BIUS-IKAN-Polair-Bira-Bulukumba-menangkap.jpg)