Warga Bone Tanggapi Rencana KPR 40 Tahun, Ada Tertarik Ada Pula Ragu
Menurut Adry, kebijakan tersebut memiliki sisi positif karena dapat membuat ringan cicilan rumah
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Sementara itu, warga lainnya, Sulasmi (41), mengaku mendukung apabila pemerintah benar-benar menghadirkan skema KPR dengan tenor panjang.
Menurutnya, banyak masyarakat yang hingga kini belum mampu membeli rumah karena tingginya cicilan bulanan.
"Kalau cicilan lebih ringan tentu lebih membantu. Yang penting masyarakat bisa punya rumah sendiri," ujarnya.
Meski demikian, Sulasmi mengaku hanya sanggup membayar cicilan rumah sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per bulan.
Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan program perumahan yang sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat kecil.
"Di satu sisi tenor panjang mampu memperluas akses kepemilikan rumah, namun di sisi lain harus tetap mempertimbangkan lamanya masa pembayaran dan beban keuangan jangka panjang yang harus ditanggung," tandasnya.
| Inilah Makna Logo Porprov 2026, Ada Songkok Recca Khas Bone dan Sutra Wajo |
|
|---|
| Bayar Rp150 Ribu, Bisa Ikut Fun Bike Polres Bone Berhadiah Umrah dan 2 Motor |
|
|---|
| Gelombang Demo Mahasiswa Belum Merambah Bone, Polres Tetap Pantau Situasi Terkini |
|
|---|
| Ganra FC Soppeng Kalah WO, Bone FC Melaju ke 16 Besar Sidrap Cup Tanpa Bertanding |
|
|---|
| Inilah Penyebab Ketua PKB Bone dan Bulukumba Belum Ditetapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260615-warga-Kecamatan-Tanete-Riattang-Barat-Adry.jpg)