Warga Bone Tanggapi Rencana KPR 40 Tahun, Ada Tertarik Ada Pula Ragu
Menurut Adry, kebijakan tersebut memiliki sisi positif karena dapat membuat ringan cicilan rumah
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Sebagian warga menilai kebijakan KPR 40 tahun dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah
- Namun, tidak sedikit pula yang mengaku masih ragu karena masa cicilan yang dinilai terlalu panjang
- Menurut Adry, kebijakan tersebut memiliki sisi positif karena dapat membuat cicilan rumah menjadi lebih ringan setiap bulannya
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Rencana pemerintah menghadirkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun menuai beragam tanggapan dari masyarakat di Kabupaten Bone.
Sebagian warga menilai kebijakan tersebut dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah.
Namun, tidak sedikit pula yang mengaku masih ragu karena masa cicilan yang dinilai terlalu panjang.
Saat ditemui Tribun-Timur.com di salah satu warung kopi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Senin (15/6/2026), Adry (33) tampak terdiam sejenak ketika ditanya mengenai rencana penerapan KPR dengan tenor hingga 40 tahun.
Pria tersebut kemudian mengangkat pandangannya sebelum mulai menyampaikan pendapatnya terkait program yang tengah menjadi perbincangan masyarakat itu.
Menurut Adry, kebijakan tersebut memiliki sisi positif karena dapat membuat cicilan rumah menjadi lebih ringan setiap bulannya.
"Kalau cicilannya lebih ringan tentu bagus, apalagi untuk masyarakat yang penghasilannya pas-pasan," ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku belum tentu memilih tenor hingga 40 tahun apabila nantinya mengajukan kredit rumah.
Menurutnya, masa pembayaran yang terlalu panjang justru membuat seseorang terikat utang dalam waktu yang lama.
"Saya pribadi lebih memilih tenor yang tidak terlalu panjang. Mungkin sekitar 15 sampai 20 tahun masih bisa dipertimbangkan," katanya.
Adry mengaku kemampuan keuangannya saat ini berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan untuk membayar cicilan rumah.
Menurutnya, nominal tersebut masih cukup realistis dengan kondisi pendapatan yang dimilikinya saat ini.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan restrukturisasi kredit menjadi 40 tahun untuk menurunkan cicilan, Adry mengaku belum tertarik.
"Saya lebih suka cepat lunas walaupun cicilannya sedikit lebih besar. Kalau sampai 40 tahun terlalu lama menurut saya," jelasnya.
| Inilah Makna Logo Porprov 2026, Ada Songkok Recca Khas Bone dan Sutra Wajo |
|
|---|
| Bayar Rp150 Ribu, Bisa Ikut Fun Bike Polres Bone Berhadiah Umrah dan 2 Motor |
|
|---|
| Gelombang Demo Mahasiswa Belum Merambah Bone, Polres Tetap Pantau Situasi Terkini |
|
|---|
| Ganra FC Soppeng Kalah WO, Bone FC Melaju ke 16 Besar Sidrap Cup Tanpa Bertanding |
|
|---|
| Inilah Penyebab Ketua PKB Bone dan Bulukumba Belum Ditetapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260615-warga-Kecamatan-Tanete-Riattang-Barat-Adry.jpg)