Banjir Bone
Terparah Sejak 2018, Banjir Bone Disebabkan Pendangkalan Drainase dan Pasang Air Laut
Basarnas imbau warga yang tinggal di daerah pesisir dan bantaran sungai segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.
Sementara korban kedua yakni Muh Arsyah (6), bocah asal Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, yang meninggal dunia akibat tenggelam saat banjir terjadi.
“Kedua korban memang berada di wilayah pesisir yang terdampak cukup parah,” ujarnya.
Saat ini, tim SAR gabungan masih bersiaga melakukan pemantauan dan evakuasi di sejumlah titik rawan banjir.
Basarnas juga terus berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial terkait pendirian posko bantuan dan dapur umum bagi warga terdampak.
“Beberapa titik pengungsian sudah disiapkan di tempat yang lebih aman dan lebih tinggi,” katanya.
Andi Sultan mengimbau masyarakat tetap waspada karena cuaca di wilayah Bone diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan.
Ia meminta warga yang tinggal di daerah pesisir dan bantaran sungai segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.
“Utamakan keselamatan jiwa daripada barang berharga. Jangan memaksakan bertahan di rumah jika air sudah tinggi,” tandasnya.
Salah seorang warga Kelurahan Panyula, Nurafni, mengaku banjir kali ini menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
“Air naik sangat cepat sejak subuh. Kami panik karena air terus masuk ke rumah dan makin tinggi,” ujarnya.
Dirinya mengatakan sebagian masyarakat memilih mengungsi ke rumah keluarga yang berada di lokasi lebih tinggi.
“Banyak warga takut karena hujan tidak berhenti semalaman. Kami berharap bantuan cepat datang,” tandasnya.(*)
| Bupati Bone Salurkan Santunan Rp5 Juta untuk Keluarga Bocah Korban Banjir |
|
|---|
| Dandim Bone Perintahkan Jajaran Siaga, Babinsa Sisir Wilayah Rawan Banjir dan Longsor |
|
|---|
| Breaking News: Innalillah, Bocah 6 Tahun dan Lansia 100 Tahun Meninggal Akibat Banjir di Bone |
|
|---|
| 7 Kecamatan di Bone Terendam, Warga Harap Solusi Banjir Tahunan |
|
|---|
| 3 Kecamatan di Bone Sulsel Dikepung Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260508-Kasi-Ops-Basarnas-Makassar-Andi-Sultan.jpg)