Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polres Bone Bawa Bungkusan Diduga Narkoba ke Labfor Makassar untuk Pemeriksaan

Menurutnya, proses pengujian di laboratorium forensik membutuhkan waktu dan pihaknya belum dapat memastikan kapan hasil analisis keluar

Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
Istimewa
NARKOBA- Potret Anto Syambaniadam saat menunjukkan lokasi temuan bungkusan yang diduga narkoba (22/2/2026). Polres Bone bawa bungkusan diduga Narkoba ke Labfor Makassar untuk pemeriksaan 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Polres Bone memastikan bahwa bungkusan mencurigakan yang diduga berisi narkoba kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, mengatakan bahwa barang tersebut sudah diterima oleh pihak kepolisian dan segera dikirim ke Labfor Makassar untuk diuji.

Menurutnya, proses pengujian di laboratorium forensik membutuhkan waktu dan pihaknya belum dapat memastikan kapan hasil analisis keluar.

“Bungkusan itu sudah kami terima. Nanti dibawa ke Labfor Makassar untuk dites. Hasilnya tidak tentu kapan keluar, akan kami disampaikan ke publik jika sudah keluar,” jelasnya saat dikonfirmasi via telfon, Minggu (22/1/2026).

Ia menegaskan bahwa Polres Bone tetap menunggu hasil resmi dari Labfor Makassar sebagai dasar penetapan langkah hukum selanjutnya.

 Sementara itu, lokasi penemuan bungkusan telah diperiksa oleh pihak kepolisian untuk memastikan apakah ada kaitan dengan aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan Polres Bone mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak berspekulasi sebelum hasil laboratorium diterbitkan," tandasnya.

Sebelumnya, Anto Syambaniadam tidak pernah menyangka langkahnya seusai salat Zuhur berubah menjadi awal pengungkapan temuan narkotika.

Hari ketika ia baru saja keluar dari masjid dan hendak mengambil motornya yang diparkir tidak jauh dari sana. 

Di perempatan Jalan Sungai Citarum dan Sungai Cenrana, pandangannya tertumbuk pada sebuah bungkusan kecil yang terlihat mencurigakan.

Anto, yang saat itu mengenakan rompi coklat bertuliskan 'Forbes Anti Narkoba' di sisi kiri, topi coklat, baju abu-abu, celana levis, sepatu kats, serta dengan rambut gondrong terikat dan gelang di tangan kanannya, langsung merasakan ada yang tidak biasa. 

Pengalaman melihat bentuk-bentuk paket narkotika sebelumnya membuat firasatnya kuat.

Bungkusan itu bukan barang sembarangan.

“Saya lihat itu barang agak keras bungkusannya, ada plastik beningnya, lalu ada lapisan lagi di dalamnya. Saya curiga itu barang tempelan,” cerita Anto ketika dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Minggu (22/2/2026).

Ia kemudian menuju teman-temannya yang tadi sempat nongkrong bersama sebelum salat. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved