Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bone

Korban Perundungan di Lappariaja Alami Trauma, DP3A Bone Siapkan Pemulihan dan Bantuan Sosial

seorang anak berinisial PA (15), warga Desa Tungke, Kecamatan Bengo, yang menjadi korban perundungan disertai kekerasan, Rabu (11/2/2026).

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Muh Hasim Arfah
Istimewa/Kepala DP3A Bone, Hasnawati Ramli
KORBAN PERUNDUNGAN- Potret kunjungan Dinas DP3K Kabupaten Bone ke korban perundungan di Lappariaja (11/2/2026). Korban perundungan di Lappariaja alami trauma, DP3A Bone siapkan pemulihan dan bantuan sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Korban perundungan di Lappariaja alami trauma, DP3A Bone siapkan pemulihan dan bantuan sosial. Kepala DP3A Bone, Hasnawati Ramli
  • Hasnawati menjelaskan, aksi perundungan tersebut diduga dipicu dendam para pelaku. 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bone bergerak cepat melakukan kunjungan lapangan terhadap seorang anak berinisial PA (15), warga Desa Tungke, Kecamatan Bengo, yang menjadi korban perundungan disertai kekerasan, Rabu (11/2/2026).

Kehadiran tim DP3A merupakan tindakan awal untuk melakukan asesmen serta memastikan pendampingan lanjutan bagi korban. 

Dari hasil asesmen, PA mengaku sudah tiga kali mengalami perundungan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala DP3A Bone, Hasnawati Ramli, saat dikonfirmasi via telfon mengatakan insiden terakhir bahkan melibatkan sekitar 10 pelaku dan videonya sempat viral di media sosial.

Beberapa pelaku diketahui merupakan siswi Madrasah Tsanawiyah.

“Dari pengakuan korban dan keluarganya, kejadian ini sudah terjadi berulang. Pernah didamaikan, tetapi kembali terulang untuk ketiga kalinya dan videonya beredar luas,” ujarnya.

Baca juga: Anak Polisi jadi Calon Haji Termuda di Bone, Gantikan Sang Ibu yang Telah Tiada

Hasnawati menjelaskan, aksi perundungan tersebut diduga dipicu dendam para pelaku. 

Sebelumnya, para pelaku pernah dikunci di ruang karaoke tempat korban bekerja. 

Sejak saat itu, korban kembali menjadi sasaran kekerasan. Kondisi diperparah dengan kecemburuan salah satu pelaku karena pacarnya kerap menghubungi korban melalui pesan singkat.

Akibat kejadian tersebut, PA mengalami trauma dan membutuhkan pendampingan psikologis. 

Kondisi ekonominya juga menjadi perhatian, sebab PA merupakan anak putus sekolah dan berasal dari keluarga kurang mampu. 

Ia hanya menempuh pendidikan hingga kelas tiga SD saat tinggal di Kalimantan, kemudian bekerja di sebuah kafe sepulang ke kampung halamannya. Ibunya bekerja sebagai tukang cuci.

“Selama ini korban belum pernah menerima bantuan. Kami akan koordinasikan dengan Dinas Sosial, termasuk Baznas, karena mereka layak mendapatkan dukungan,” tambahnya.

DP3A Bone memastikan akan terus mendampingi PA hingga kondisinya pulih. Sementara itu, kasus perundungan tersebut kini telah ditangani pihak kepolisian.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved