Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bone

Penyeberangan Bajoe–Kolaka Tutup 2 Bulan, Warga Sekitar Pelabuhan Resah

 Penyeberangan dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara

Penulis: Wahdaniar | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Wahdaniar
PELABUHAN BAJOE DITUTUP - Suasana Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Kabupaten Bone, yang diabadikan beberapa waktu lalu. Penyeberangan dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan ditutup sementara selama dua bulan. 

Ringkasan Berita:
  • Penutupan Dermaga 1 Pelabuhan Penyeberangan Bajoe akan berlangsung mulai 1 April hingga 1 Juni 2026.
  • Selama masa perbaikan, rute pelayaran Bajoe–Kolaka akan dialihkan melalui Pelabuhan Siwa, Kabupaten Wajo.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE- Penyeberangan dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan ditutup sementara selama dua bulan.

Penutupan ini dilakukan menyusul rencana perbaikan Dermaga 1, khususnya pada struktur movable bridge atau jembatan bergerak yang menjadi fasilitas utama sandaran kapal.

Informasi yang dihimpun Tribun-Timur.com, Rabu (25/3/2026) penutupan Dermaga 1 Pelabuhan Penyeberangan Bajoe akan berlangsung mulai 1 April hingga 1 Juni 2026.

Selama masa perbaikan, rute pelayaran Bajoe–Kolaka akan dialihkan melalui Pelabuhan Siwa, Kabupaten Wajo.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga sekitar pelabuhan yang menggantungkan hidup dari aktivitas penyeberangan.

Salah satunya Andi Sarabba alias Abbi, tukang ojek yang telah puluhan tahun mangkal di kawasan Pelabuhan Bajoe.

Baca juga: ASDP Bone Catat 4.567 Penumpang di Lintasan Bajoe–Kolaka Selama Arus Mudik, Naik 14 Persen

Ia mengaku tidak pernah menerima sosialisasi terkait rencana penutupan tersebut.

“Tidak pernah,” ujarnya. 

Abbi mengatakan, dirinya hanya mengetahui informasi tersebut dari sesama warga.

“Kita tidak tahu, karena di sini kita cuma tukang ojek,” katanya.

Pria yang telah sekitar 20 tahun bekerja sebagai tukang ojek ini mengaku khawatir penutupan pelabuhan akan berdampak langsung pada penghasilannya.

Dalam kondisi normal, ia bisa mengangkut lebih dari 10 penumpang per hari dengan tarif Rp10 ribu per orang.

“Tergantung penumpang. Biasanya sepuluh orang ke atas satu hari, biasa lebih,” jelasnya.

Menurutnya, aktivitas di pelabuhan sangat menentukan jumlah penumpang yang ia dapatkan setiap hari.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved