Andi Akmal Pasluddin Sebut Penanganan HIV/AIDS Tak Bisa hanya Dibebankan ke Pemerintah
Data DInkes Bone per November 2025, jumlah pengidap HIV sebanyak 59 orang, AIDS 1 orang, dan meninggal 6 orang.
Ringkasan Berita:
- Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day yang diperingati setiap 1 Desember menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS serta mengenang mereka yang telah berpulang akibat penyakit mematikan ini.
- Wakil Bupati Bone sekaligus Ketua Komisi Perlindungan AIDS Kabupaten Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan bahwa HIV/AIDS tetap menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian bersama.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Andi Akmal Pasluddin selaku Wakil Bupati Bone sekaligus Ketua Komisi Perlindungan AIDS Kabupaten Bone menyebut HIV/AIDS tetap menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian bersama.
Hal tersebut diungkapkan saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Bupati Bone, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Senin (1/12/2025).
Andi Akmal tampak mengenakan kemeja lengan panjang Korpri berwarna biru dan peci hitam.
“Penyakit ini mematikan dan pencegahannya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Semua pihak harus terlibat seperti lembaga sosial, pemuda, hingga organisasi keagamaan untuk bersama mencegah pola hidup menyimpang,” tegasnya.
Menurut Andi Akmal, salah satu fokus utama adalah mencegah munculnya pola hidup menyimpang yang berisiko meningkatkan penularan.
“Kita harus menjaga generasi kita. Edukasi moral dan kesehatan harus berjalan bersamaan,” ujarnya.
Baca juga: Dinkes Maros Temukan 165 Kasus HIV/AIDS dalam 5 Tahun Terakhir
Ia menilai penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah.
“Kita harus bersinergi memutus mata rantai penularan HIV/AIDS,”akuinya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bone, dr Kasmawar Abbas, menjelaskan bahwa kasus HIV/AIDS di Bone menunjukkan tren penurunan pada tahun 2025.
“Per November 2025, jumlah pengidap HIV sebanyak 59 orang, AIDS 1 orang, dan meninggal 6 orang. Angka ini menurun dibanding tahun 2024, yang mencatat 68 pengidap HIV, 2 kasus AIDS, dan meninggal 10 orang,” paparnya.
Ia menyebutkan, penurunan tersebut tidak lepas dari intensitas sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan pihaknya.
“Kami rutin melakukan penyuluhan terkait bahaya dan pencegahan HIV/AIDS. Itu salah satu faktor utama menurunnya angka kasus,” tandasnya.(*)
| Respon Cepat, Bosowa Peduli Turun Bantu Korban Banjir Bone |
|
|---|
| Kakek Munain Abdullah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci Setelah Sepekan Dirawat di Klinik Asrama Haji |
|
|---|
| Wajo Jadi Tuan Rumah 17 Cabor Porprov Sulsel, Dispora: Venue Sudah Layak |
|
|---|
| Sat Narkoba Polres Bone Ungkap 22 Kasus Narkotika, Sita 135,34 Gram Sabu |
|
|---|
| Kontraktor di Bone Tekor Kerja Proyek Usai Harga Aspal Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251201-Andi-Akmal-Pasluddin.jpg)