Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kebakaran di Bone

Kronologi Anak di Bone Bakar Rumah Orangtuanya, 2 Motor Ikut Hangus

Akibat kejadian tersebut, kerugian yang ditaksir meliputi satu unit rumah kayu semi permanen beserta isinya seperti perabot.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
Dokumen Pribadi/Kepala Desa Lappaupang Junaedi
KEBAKARAN BONE - Rumah panggung yang dibakar oleh anak kandung di Dusun Bance’e, Desa Lappa Upang, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Rabu (1/10/2025). Pelaku diduga alami gangguan kejiwaan setelah ditinggal istri dan anaknya.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Peristiwa kebakaran terjadi di Dusun Bance’e, Desa Lappa Upang, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 00.00 WITA. 

Sebuah rumah kayu semi permanen milik Sukaeni habis terbakar bersama isinya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran tersebut diduga dilakukan oleh anak kandung pemilik rumah bernama Mulyadi (37).

Kapolsek Mare, AKP Agustino Latea, menjelaskan kronologi kejadian.

Menurutnya, Mulyadi datang ke sekitar rumah ibunya dalam keadaan marah sambil berteriak-teriak hendak membakar rumah.

“Mendengar ancaman tersebut, pemilik rumah langsung membangunkan anggota keluarga yang lain dan segera keluar meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri,” jelasnya.

Tak lama setelah itu, Mulyadi membakar sepeda motor Yamaha Vixion miliknya yang terparkir di teras rumah dengan menggunakan korek api. 

Api kemudian merembet dan menghanguskan seluruh rumah beserta isinya.

Baca juga: Anak Sulung Bakar Rumah Orang Tua di Bone, Kerugian Capai Rp200 Juta

Akibat kejadian tersebut, kerugian yang ditaksir meliputi satu unit rumah kayu semi permanen beserta isinya seperti perabot.

Kemudian perhiasan emas sekitar 4 gram, uang tunai sekitar Rp1 juta), dua unit sepeda motor (Yamaha Vixion dan Honda Scoopy), 100 karung gabah, serta dua karung cengkeh.

“Pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Mare untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,"tandasnya.

Sementara Kepala Desa Lappaupang, Junaedi mengaku pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan setelah ditinggal istri nya. 

"Sebelumnya pelaku marah-marah dan mengancam orang tuanya. Karena takut, ibu dan saudara-saudaranya meninggalkan rumah,” katanya.

Junaedi mengaku setelah ditinggal istrinya pelaku kerab marah-marah tanpa sebab. 

"Pelaku sudah lama sering marah-marah sejak ditinggal istri dan anaknya. Bahkan sering mengancam orang tua dan warga sekitar,” tandasnya.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved