BSI Region X Makassar Catat Pertumbuhan Solid di Sulsel, DPK dan Pembiayaan Tumbuh Dua Digit
Nilai DPK juga tumbuh signifikan dari Rp5,02 triliun pada 2023 menjadi Rp6,13 triliun di 2024, lalu mencapai Rp7,65 triliun pada 2025.
Ringkasan Berita:
- Kinerja BSI Region X Makassar di Sulsel tumbuh konsisten dan solid sepanjang 2023–2025, ditandai kenaikan signifikan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan, serta penguatan market share hingga 2025.
- DPK dan pembiayaan BSI di Sulsel mencatat lonjakan kuat pada 2025, dengan DPK mencapai Rp7,65 triliun (tumbuh 24,8 persen YoY) dan pembiayaan menembus Rp8,17 triliun (tumbuh 23,9 persen YoY), mencerminkan fungsi intermediasi yang sehat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Region X Makassar mencatat kinerja positif di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun 2025.
BSI Region X Makassar meliputi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Berdasarkan data performa bisnis terbaru periode 2023–2025, BSI mencatatkan tren pertumbuhan yang konsisten dan solid diS ulsel, baik dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun penyaluran pembiayaan.
Data tersebut dipaparkan Regional CEO BSI Region X Makassar Sukma Dwie Priardi pada Silaturahmi Bersama Media di UMKM Center BSI, Jl. Sungai Saddang Lama No. 40, Kelurahan Maradekaya Selatan, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulsel, Jumat (22/5/2026).
Sukma mengungkap, hingga akhir tahun 2025, ekspansi bisnis BSI di Sulsel tercatat semakin kuat yang diiringi dengan peningkatan pangsa pasar (market share).
Pada segmen Dana Pihak Ketiga (DPK), market share BSI di Sulsel meningkat dari 4,08 persen pada 2023 menjadi 4,67 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 5,31 persen pada 2025.
Nilai DPK juga tumbuh signifikan dari Rp5,02 triliun pada 2023 menjadi Rp6,13 triliun di 2024, lalu mencapai Rp7,65 triliun pada 2025.
Secara tahunan (year on year/YoY), DPK mencatat pertumbuhan sebesar 24,8 persen dengan pangsa pasar naik 0,64 persen.
Sementara itu, kinerja pembiayaan juga menunjukkan tren positif.
Market share pembiayaan BSI meningkat dari 3,41 persen pada 2023 menjadi 4,05 persen di 2024.
Pada tahun 2025, market share pembiayaan BSI di Sulsel mencapai 4,78 persen pada 2025.
Total pembiayaan tercatat naik dari Rp5,33 triliun pada 2023 menjadi Rp6,59 triliun pada 2024, serta menembus Rp8,17 triliun di 2025.
Pertumbuhan pembiayaan secara YoY mencapai 23,9 persen, dengan peningkatan market share sebesar 0,73 persen.
Capaian tersebut mencerminkan kinerja intermediasi BSI yang solid, ditopang oleh peningkatan market share dan momentum pertumbuhan yang semakin kuat sepanjang 2025.
Di tingkat kota besar, market share BSI menunjukkan variasi capaian.
"Kota Palopo mencatat market share tertinggi dengan DPK sebesar 5,81 persen dan pembiayaan 6,90 persen," kata Sukma.
Adapun Kabupaten Parepare mencatat market share DPK 4,15 persen dan pembiayaan 3,57 persen.
Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonom iSulsel mencatat market share DPK sebesar 2,88 persen dan pembiayaan 3,60 persen.
Meski demikian, Makassar dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar, mengingat posisinya sebagai kota dengan potensi ekonomi dan aktivitas bisnis terbesar di Sulawesi Selatan.
"Capaian ini menunjukkan peluang penguatan penetrasi pasar, khususnya di Makassar sebagai kota dengan potensial terbesar," jelas Sukma.
Pencapaian di Kawasan Indonesia Timur
*Aset
Grafik pertumbuhan aset BSI menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan sebagai berikut:
- Desember 2021: Rp10,49 Triliun
- Desember 2022: Rp12,78 Triliun
- Desember 2023: Rp14,53 Triliun
- Desember 2024: Rp17,70 Triliun
- Desember 2025: Rp21,31 Triliun
Secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dibanding akhir tahun lalu, pertumbuhan aset melesat tajam sebesar +20,5 persen dengan kenaikan nominal mencapai Rp3,61 Triliun.
*Pembiayaan
Sektor riil dan pemenuhan kebutuhan finansial masyarakat di Indonesia Timur juga mendapat dorongan kuat dari fungsi intermediasi BSI.
Total penyaluran pembiayaan tumbuh signifikan sebesar 20,9 persen YoY menjadi Rp20,74 Triliun per Desember 2025.
Grafik pertumbuhan pembiayaan dari tahun ke tahun:
- Desember 2021: Rp10,05 Triliun
- Desember 2022: Rp12,43 Triliun
- Desember 2023: Rp14,34 Triliun
- Desember 2024: Rp17,15 Triliun
- Desember 2025: Rp20,74 Triliun
Kenaikan volume pembiayaan sebesar Rp3,59 Triliun dalam setahun terakhir ini menjadi sinyal bahwa produk pembiayaan syariah semakin diminati dan menjadi pilihan utama masyarakat setempat.
*Pendanaan
Sejalan dengan pembiayaan, kesadaran masyarakat dalam menempatkan dana di bank syariah juga ikut terkerek naik.
Indikator pendanaan BSI RO X Makassar membukukan pertumbuhan sebesar +18,2 persen YoY, atau bertambah sebesar Rp2,19 Triliun.
Secara akumulatif, berikut perjalanan pertumbuhan dana pihak ketiga yang dihimpun:
- Desember 2021: Rp7,33 Triliun
- Desember 2022: Rp8,68 Triliun
- Desember 2023: Rp10,15 Triliun
- Desember 2024: Rp12,02 Triliun
- Desember 2025: Rp14,21 Triliun. (Tribun-Timur.com/ Sakinah Sudin)
| Darije Kalezic Diharap Bangkitkan PSM Makassar, Pengamat: Harus Realistis |
|
|---|
| Tim Dukcapil Makassar Turun ke Maros, Permudah Layanan Adminduk Warga |
|
|---|
| RT/RW Parangtambung Dialog Dengan Tiga Unsur Pimpinan Kecamatan Tamalate |
|
|---|
| Ingatkan ASN, Wali Kota Makassar: Jangan Korbankan Pekerjaan Demi Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Peran RT/RW Timungan Lompoa dalam Penertiban PKL di Jalan Sunu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260522-BSI-Region-X-Makassar-Catat-Pertumbuhan-Solid-di-Sulsel.jpg)