Soroti Tantangan Era Digital, Kemenham Sulsel Ajak Anak Muda Kawal Nilai HAM
Kemenham Sulsel terus memperkuat perannya dalam membumikan nilai-nilai hak asasi manusia di tengah perkembangan era digital.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan dan Wilayah Kerja Sulawesi Tenggara (Kemenham Sulsel) terus memperkuat perannya dalam membumikan nilai-nilai hak asasi manusia di tengah perkembangan era digital.
Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Kantor Wilayah Kemenham Sulsel, Daniel Rumsowek dalam kegiatan Diskusi dan Kolaborasi HAM yang digelar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam rangka Dies Natalis ke-74 FH Unhas, Rabu (20/5), di Ruang Mootcourt Harifin A. Tumpa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar.
Kegiatan yang mengangkat tema “Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mendorong Kesadaran dan Advokasi Hak Asasi Manusia di Era Digital” ini merupakan hasil kerja sama Fakultas Hukum Unhas bersama European Union, YAPPIKA, dan SEPAHAM.
Forum tersebut menghadirkan berbagai elemen, mulai dari akademisi, organisasi masyarakat sipil, media, komunitas muda, hingga pegiat digital sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pemajuan HAM di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sejumlah rangkaian acara mulai dari pembukaan dan sambutan oleh YAPPIKA, SEPAHAM, Ketua Departemen Hukum Internasional, serta Dekan Fakultas Hukum Unhas.
Diskusi semakin menarik melalui sesi media gathering dan pengenalan CSD oleh Program Officer YAPPIKA, Sari Wijaya BASIS, yang dilanjutkan dengan talkshow bersama SEPAHAM, LBH Makassar, KITA Bhineka Tunggal IKA, serta content creator dan orang muda Makassar.
Berbagai isu strategis mengemuka dalam forum tersebut, mulai dari kebebasan berekspresi, tantangan advokasi HAM di media sosial, hingga pentingnya menjaga ruang digital yang sehat, inklusif, dan berkeadilan.
Kehadiran Kemenham Sulsel dalam forum tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian HAM dalam memperluas edukasi, literasi, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap hak asasi manusia, khususnya di ruang digital yang kini menjadi ruang interaksi utama generasi muda.
Hadir sebagai salah satu narasumber Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FH Universitas Brawijaya (UB), Dr Muktiono, turut menyoroti pentingnya kolaborasi akademisi dalam memperkuat pendidikan HAM di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa SEPAHAM Indonesia lahir dari semangat para pengajar HAM di berbagai perguruan tinggi yang memiliki komitmen bersama untuk mendorong pemajuan hak-hak dasar manusia secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Penguatan HAM tidak cukup hanya dibahas di ruang kelas. Dibutuhkan kolaborasi nyata antara kampus, organisasi masyarakat sipil, lembaga negara, dan komunitas masyarakat agar nilai-nilai kemanusiaan benar-benar hidup dan dirasakan publik,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara dunia akademik dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting dalam memperluas pendidikan HAM, khususnya menghadapi tantangan perkembangan ruang digital yang semakin kompleks.
Kepala Kantor Wilayah Kemenham Sulsel dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa penguatan HAM di era digital tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Pemajuan HAM di era digital membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kampus, masyarakat sipil, media, komunitas, hingga generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital tetap sehat dan menghormati hak setiap individu,” ujar Daniel.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan Kemenham Sulsel sebagai ruang kolaborasi dalam memajukan dan membumikan hak asasi manusia di Sulawesi Selatan maupun wilayah kerja Sulawesi Tenggara.
| Dorong Regulasi Berbasis HAM, KemenHAM Sulsel Kaji Dua Ranperda Strategis Luwu Timur |
|
|---|
| Gaungkan Moralitas Digital, Kemenham Sulsel Perkuat Literasi HAM 300 Mahasiswa Unibos |
|
|---|
| Cegah Perundungan Sejak Dini, Kemenham Sulsel Kampanyekan Anti-Bullying di 6 SD Makassar |
|
|---|
| Kampung Redam Hadir di Bone, Kemenham Sulsel Dorong Rekonsiliasi dan Cegah Konflik Sosial |
|
|---|
| Kemenham Sulsel Pantau Program MBG di 7 Sekolah, Pastikan Pemenuhan Gizi Siswa Berjalan Optimal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kemenham-sulsel-2.jpg)