Bukan Sekadar Jualan, Tenaga Pemasar Itu Jalur Wirausaha
Ingin usaha tapi terbentur modal? Profesi tenaga pemasar bisa jadi jalur realistis: fleksibel, berprestasi, dan berdampak.
Ringkasan Berita:
- Banyak orang ingin usaha tapi terbentur modal. Profesi tenaga pemasar menawarkan jalur realistis: fleksibel, tanpa modal besar, dan berpeluang bertumbuh.
- Prestasi tenaga pemasar diakui industri, dengan peluang karier jelas dan berkelanjutan.
TRIBUN-TIMUR.COM -- Memiliki usaha sendiri sering kali terhambat oleh keterbatasan modal.
Namun, di tengah tantangan itu, ada jalur lain yang lebih realistis: profesi tenaga pemasar.
Jalur ini tidak menuntut modal besar, tetapi tetap memberi peluang bertumbuh, berprestasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu kisah datang dari Raka Rosadi Putra, agency builder Prudential Syariah.
“Saya cari yang risikonya cukup rendah, tapi tetap punya potensi profit. Dari beberapa opsi, Prudential Syariah awalnya pilihan terakhir. Tapi setelah saya eliminasi berdasarkan risiko dan peluangnya, justru ini yang paling ideal dan worth it buat saya,” ujarnya via rilis, Jumat (27/3/2026).
Potensi Demografi Indonesia
Indonesia memiliki modal demografi kuat.
Data menunjukkan jumlah Generasi Z sekitar 74,93 juta jiwa dan milenial 69,38 juta jiwa.
Lebih dari separuh penduduk berada pada usia produktif, usia paling aktif mencari peluang, membangun karier, dan memulai usaha.
Namun, jumlah usia produktif besar ini tetap perlu didukung akses peluang nyata. Rasio kewirausahaan nasional pada 2025 mencapai 3,29 persen.
Angka ini menunjukkan perbaikan, tetapi masih perlu dorongan agar lebih banyak orang berani memulai usaha, termasuk dari peluang yang tidak menuntut modal besar.
Tenaga Pemasar
Salah satu jalur realistis adalah profesi tenaga pemasar.
Profesi ini dekat dengan semangat wirausaha, yakni: membangun portofolio, relasi, menyusun target, dan mengatur waktu sendiri.
Di industri asuransi, tenaga pemasar bukan sekadar menjelaskan produk.
| Perjalanan Wisata di Sulsel Diprediksi Melonjak Efek Banyaknya Hari Libur |
|
|---|
| Makassar Masuk Daftar 10 Besar Kota Toleran di Indonesia |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Sulsel Diprediksi Anjlok pada Mei 2026 |
|
|---|
| Lawan Bhayangkara FC Tanpa Penonton, Suporter Bakar Semangat Pemain PSM Makassar di Mess Klub |
|
|---|
| Dosen UMI Tembus Forum Internasional, Angkat Riset Tanaman Sulawesi untuk Obat Diabetes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-27-MARET-WIRAUSAHA.jpg)