Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Setahun Barru Dipimpin Perempuan

Ema Husain: Andi Ina Bukan Sekadar Bupati Barru, tapi Jawaban Gerakan Perempuan

Pertarungan politik yang dilalui Andi Ina, sejak maju calon bupati hingga terpilih telah mengubah simbol politik yang selama ini dipimpin laki-laki.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
DIALOG PUBLIK - Aktivis perempuan Husaimah Husain (tengah) saat berbicara di dialog publik bertajuk “Barru dalam Nahkoda Perempuan: Setahun Kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari” yang digelar Tribun Timur di Kantor Redaksi Tribun Timur, Jalan Cenderawasih, Makassar, Selasa (17/2/2026) sore. Ema Husain  menilai kehadiran Andi Ina Kartika Sari sebagai Bupati Barru jawaban atas gerakan perempuan.  

Ia menilai isu kemiskinan, stunting, dan perkawinan anak berada dalam satu siklus yang harus diputus melalui kebijakan yang komprehensif dan berpihak.

“Penghargaan yang diterima Pemerintah Barru atas program penurunan stunting menunjukkan ada upaya ke arah sana. Tetapi tantangannya adalah bagaimana memotong mata rantai kemiskinan, perkawinan anak, dan stunting secara berkelanjutan,” katanya.

Isu lain yang menjadi perhatian Ema adalah kerentanan Barru terhadap perubahan iklim. 

Ia mengungkapkan pernah melakukan kajian sederhana di wilayah pesisir Barru untuk melihat keterkaitan antara perubahan iklim.

Dengan meningkatnya kekerasan terhadap perempuan serta angka perkawinan anak.

“Ketika terjadi perubahan iklim dan tekanan ekonomi meningkat, dampaknya sering kali paling berat dirasakan oleh perempuan dan anak-anak. Ini juga harus menjadi perhatian serius dalam kebijakan daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ema Husain mendorong Andi Ina untuk terus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan dalam pengambilan keputusan publik. 

Menurutnya, kehadiran perempuan di ruang politik harus dibarengi dengan keberanian menghadirkan kebijakan yang adil dan melindungi kelompok rentan.

Yang terpenting ke depan adalah bagaimana Andi Ina dan seluruh jajaran pemerintah, mampu mengubah narasi. 

“Bukan hanya menampilkan sosok perempuan di ruang politik, tetapi menghadirkan kepemimpinan yang benar-benar merepresentasikan rasa keadilan bagi perempuan, perlindungan bagi anak-anak, serta keadilan bagi kelompok marjinal dan penyandang disabilitas,” pungkas Ema.(*)

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved