Setahun Barru Dipimpin Perempuan
Dialog Publik Setahun Kepemimpinan Andi Ina, Pengamat Ungkap Ukuran Keberhasilan Kepala Daerah
Keberhasilan pemimpin daerah tidak cukup hanya diukur dari keberadaan RPJMD dan tingkat persentase realisasinya.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sakinah Sudin
Ringkasan Berita:
- Dr Andi Luhur Prianto menilai keberhasilan kepala daerah harus diukur multi-sektor, tidak hanya RPJMD dan realisasinya, terutama di tengah keterbatasan anggaran.
- Indikator penting kepemimpinan adalah kemampuan memobilisasi pembiayaan eksternal dan investasi, termasuk pengembangan kawasan industri untuk membuka lapangan kerja.
- Kepala daerah, seperti Andi Ina Kartika Sari di Kabupaten Barru, dituntut aktif, proaktif, serta mampu mempublikasikan kinerja agar diketahui luas masyarakat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akademisi dan Pengamat Politik Pemerintahan, Dr Andi Luhur Prianto, menilai ukuran keberhasilan kepala daerah saat ini tidak lagi dapat dilihat secara parsial, melainkan harus dinilai secara multi-sektor.
Hal tersebut disampaikan Dr Andi Luhur Prianto pada Dialog Publik bertema “Barru dalam Nakhoda Perempuan: Setahun Kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari” di Kantor Tribun Timur, Jalan Cenderawasih Nomor 430, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (17/2/2026).
Diskusi disiarkan langsung melalui YouTube Tribun Timur.
Turut hadir sebagai pembicara, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Konsultan dan Peneliti Muh Asratillah, Aktivis Perempuan Emma Husain, Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur AS Kambie.
Dalam kesempatan itu, Andi Luhur menjelaskan, keberhasilan pemimpin daerah tidak cukup hanya diukur dari keberadaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) dan tingkat persentase realisasinya.
“Dalam situasi keterbatasan anggaran, di situlah kualitas kepemimpinan terlihat,” jelas Andi Luhur, yang hadir mengenakan pakaian warna biru.
Akademisi Unismuh Makassar ini menekankan bahwa salah satu indikator penting keberhasilan kepala daerah adalah kemampuan memobilisasi dukungan pembiayaan dari eksternal.
Kemampuan tersebut, kata dia, mencerminkan kekuatan kebijakan, pengalaman, serta jejaring yang dimiliki seorang pemimpin.
Menurutnya, masuknya pembiayaan pembangunan melalui program-program strategis pemerintah pusat merupakan hasil dari modal politik dan jaringan yang telah dibangun sebelumnya.
“Semua itu tidak lahir begitu saja. Itu buah dari jejaring dan modal politik yang sudah dibangun. Harapannya tentu capaian ini bisa terus dilanjutkan dan diperkuat,” katanya.
Lebih lanjut, Andi Luhur menyebut bahwa di era saat ini, menekan angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja hampir mustahil dilakukan tanpa investasi dari luar daerah.
Karena itu, ia menilai keberadaan kawasan industri memiliki nilai strategis.
Ia mengakui bahwa pengembangan kawasan industri kerap menghadapi resistensi masyarakat.
Namun menurutnya, hal tersebut harus dijawab melalui dialog yang konstruktif.
| Andi Ina Kartika Sari Buktikan Jaringan Penting: Kisah Sekolah Rakyat di Lahan 7 Hektare di Barru |
|
|---|
| Angka Kemiskinan Barru Turun di Tengah Tekanan Fiskal |
|
|---|
| Ema Husain: Andi Ina Bukan Sekadar Bupati Barru, tapi Jawaban Gerakan Perempuan |
|
|---|
| Andi Ina Paparkan Penurunan Angka Kemiskinan Barru di Tengah Tekanan Fiskal Daerah |
|
|---|
| Setahun Kepemimpinan Andi Ina di Barru, Muh Asratillah: Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260217-Dialog-Publik-Setahun-Kepemimpinan-Andi-Ina.jpg)