Kopel Sulawesi Survei Kesadaran EBT Masih Rendah
Hal ini nampak dalam survei yang dilakukan oleh Kopel Sulawesi di dua Provinsi mulai dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar)
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kesadaran masyarakat di Sulsel akan energi baru terbarukan (EBT) masih kurang.
Hal ini nampak dalam survei yang dilakukan oleh Kopel Sulawesi di dua Provinsi mulai dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar)
Di Sulsel sendiri Kopel mengambil daerah Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Jeneponto.
Sementara itu di Sulbar mereka mengambil daerah Kabupaten Majene dan Poloman.
Peneliti Kopel Sulawesi Sri Primayanti, menyampaikan bahwa dalam temuan timnya tingkat ketidaktahuan masyarakat akan implementasi energi terbarukan masih tinggi baik di Pangkep maupun Jeneponto.
Perlibatan masyarakat dalam pengembangan kebijakan EBT pun sama.
Nampak pula dalam hasil survei, pemerintah masih jarang melakukan sosialisasi pengembangan EBT. Selengkapnya lihat grafis.
Wanita yang akrab disapa Sri ini juga menyampaikan bahwa survei menggunakan metode base line survei dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan kuesioner.
"Menggunakan kuesioner, tiga variabel dan 9 Indikator digabungkan dalam kuesioner yang meliputi 18 pertanyaan kombinasi semi tertutup dan terbuka," katanya dalam Diseminasi Public Hasil Survei Kopel Sulawesi di Kantor Bappelitbangda Sulsel, Rabu (24/1/24).
Jumlah responden masing-masing 25 orang pada setiap Kabupaten dan total responden sebanyak 100 orang.
Penelitian dilakukan selama 6 bulan (Mei-Oktober 2023) dan berlokasi di Sulsel (Kabupaten Pangkep dan Jeneponto) dan Sulbar (Kabupaten Majene dan Polman).
Tim Divisi Informasi dan Komunikasi Kopel Sulawesi, Fadli Ahmad mengaku bahwa pihaknya memilih Pangkep dan Jeneponto sebagai lokasi penelitian karena adanya Pembangkit Listrik yang bersumber dari EBT.
Sementara itu, Peneliti Kopel Sulawesi, Dewi Fortuna Sam mengatakan bahwa dalam hasil survei ini terdapat beberapa rekomendasi yakni hendaknya pemangku kepentingan secara bersama-sama bersinergi dalam mensosialisasikan kepada masyarakat terkiat adanya kebijakan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) oleh Pemprov Sulsel.
"Mengutamakan proses partisipasi masyarakat dalam penyusunan RUED, pada aspek pengaruh pemangku kepentingan, pemerintah dapat meningkatkan aksesbilitas dan transparansi informasi mengenai kebijakan RUED," katanya.
Selain itu, pemerintah hendaknya memberikan pelatihan dan pendidikan tentang energi terbarukan kepada masyarakat, Mendorong kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil.(*)
| Survei PPI: 84 Persen Warga Makassar Dukung PSEL, TPA Antang Pilihan Utama |
|
|---|
| Survei PPI: 84,9 Persen Warga Dukung Penertiban PKL di Makassar |
|
|---|
| Gen Z, Milenial, Gen X dan Baby Boomers Puas Kepemimpinan Munafri-Aliyah |
|
|---|
| Jelang Ramadan 2026, Pertamina Bakal Tambah 472.760 LPG 3 Kg di Sulselbar |
|
|---|
| Spesial Ramadan dan Mudik Lebaran, Servis Motor Yamaha di Sulselbar Diskon Rp25 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/koop-el1.jpg)