Makassar Mulia

Survei PPI: 84 Persen Warga Makassar Dukung PSEL, TPA Antang Pilihan Utama

Humas Pemkot Makassar
PROYEK PSEL - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (empat kiri atas) saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) percepatan implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (31/3/2026). Survei PPI menunjukkan mayoritas warga dukung proyek PSEL sebagai solusi penanganan sampah.  
Ringkasan Berita:
  • Survei Parameter Publik Indonesia (PPI) mencatat 84 persen warga Makassar setuju proyek Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik (PSEL) dilanjutkan.
  • Sebanyak 43,3 persen responden memilih lokasi tersebut sebagai yang paling tepat untuk pembangunan PSEL.
  • Pemkot Makassar menilai pembangunan di TPA Tamangapa lebih hemat biaya, minim risiko sosial, dan efektif sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dukungan publik terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam membenahi sistem pengelolaan sampah kian menguat. 

Pemkot mengusulkan kawasan TPA Tamangapa sebagai lokasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa.

Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras Md mengatakan lokasi pembangunan sejalan dengan aspirasi mayoritas warga. 

Hasil survei PPI menunjukkan mayoritas warga dukung proyek PSEL sebagai solusi penanganan sampah. 

"Sebanyak 84 persen masyarakat menyatakan setuju agar proyek PSEL dilanjutkan atau dituntaskan. Sementara 3,8 persen yang tidak setuju, dan sisanya tidak memberikan jawaban," ungkap Ras Md, Kamis (2/4/2026).

Rencana ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pengelolaan sampah. Tetapi juga menjadi tonggak transformasi Makassar menuju kota yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Survei yang sama juga mengukur preferensi masyarakat terkait lokasi pembangunan PSEL. 

Hasilnya menunjukkan 43,3 persen responden memilih TPA Tamangapa sebagai lokasi paling tepat. 

"Sementara 27,3 persen responden menginginkan proyek tetap berada di lokasi sebelumnya di Tamalanrea, 6,0 persen memilih lokasi alternatif lainnya, dan 23,3 persen responden tidak mengetahui atau tidak memberikan jawaban," jelas Ras Md.

Survei menggunakan metode multi stage random sampling dengan melibatkan 600 responden yang tersebar di Makassar. 

Baca juga: Makassar Masuk Prioritas Proyek PSEL, Pemkot Siapkan Lahan di Tamangapa

Margin of error tercatat 4,08 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Pengumpulan data dilakukan Februari 2026.

Dukungan ini sekaligus memperkuat arah kebijakan pemerintah kota dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

"Dengan basis dukungan publik yang kuat, upaya pembangunan PSEL di Makassar dinilai berada di jalur yang tepat dan berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat," jelas Ras Md.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan lokasi TPA Tamangapa merupakan pilihan paling efisien. 

Selain tidak memerlukan proses pemindahan sampah ke lokasi baru, langkah ini juga dinilai mampu menekan potensi tambahan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kalau kita bangun di lokasi baru, tentu membutuhkan biaya tambahan, terutama untuk transportasi sampah. Sementara kalau di TPA, jaraknya dekat, sehingga biaya pengangkutan bisa lebih efisien dan terkontrol," jelas Appi, sapaan akrab Munafri.

Dari sisi sosial, lokasinya dinilai lebih aman karena telah lama difungsikan sebagai TPA. Dengan demikian, potensi penolakan dari masyarakat di kawasan baru dapat diminimalisasi.

Dorong Sistem Sampah Terintegrasi

Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan upaya besar dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah Makassar. 

Appi mengatakan persoalan sampah membutuhkan penanganan yang masif dan terintegrasi, tidak hanya bergantung pada satu metode.

"PSEL ini harus kita tangkap sebagai salah satu cara paling ampuh untuk mengurangi persoalan sampah," katanya.

"Tapi perlu dipahami, berdasarkan hasil pembahasan, kontribusinya mungkin hanya sekitar 14-15 persen dari total penanganan sampah. Artinya, tetap harus ada langkah-langkah lain yang berjalan secara paralel," lanjut Politisi Golkar ini.

Karena itu, pendekatan terbaik adalah memusatkan seluruh proses di kawasan TPA.   

Selain memudahkan pengelolaan, hal ini juga akan mengoptimalkan efisiensi operasional, khususnya dalam proses transportasi sampah menuju fasilitas pengolahan.

Terkait persyaratan teknis akses sumber air, Appi memastikan lokasi TPA Antang telah memenuhi kriteria. 

Keberadaan Sungai Kajenjeng tidak jauh dari lokasi menjadi salah satu faktor pendukung.(*)