Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UMI Peringati Maulid Nabi Muhammad, Ada Lomba Hias Telur

Acara tersebut berlangsung di Auditorium Al Jibra Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (25/8/2025).

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
ISTIMEWA
MAULID NABI - Civitas akademika UMI mengikuti lomba hias telur maulid dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijrah di Auditorium Al Jibra Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (25/8/2025). Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan agenda rutin UMI. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Civitas akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijrah atau tahun 2025 Masehi.

Acara tersebut berlangsung di Auditorium Al Jibra Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (25/8/2025).

Hadir sebagai pembawa hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, Dewan Masyaikh Pengurus Pusat As’adiyah Prof Abustani Ilyas.

Menariknya, peringatan maulid nabi diisi dengan lomba hias telur maulid antar fakultas, lembaga, dan unit kerja di lingkup UMI.

Setiap tim bahu membahu menghias telur maulid di tempat yang telah disiapkan.

Mereka menghias sesuai kreativitasnya, dan dinilai langsung oleh dewan juri.

Para pemenang pun mendapatkan hadiah dan apresiasi langsung oleh pimpinan UMI.

Rektor UMI, Prof Hambali Thalib mengatakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW agenda rutin tahunan UMI.

Maulid nabi, kata dia, bukan sekadar peringatan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi momentum ta’alluq bi al-Rasul, yakni mengikat hati dengan Rasulullah sebagai jalan menuju Allah SWT.

“Dalam perspektif tasawuf, kelahiran Nabi dipandang sebagai fajar kesadaran rohani bagi umat manusia. Jika cahaya Nabi hadir di hati kita, maka gelapnya keserakahan, kebohongan, dan kemunafikan akan sirna,” katanya.

Guru Besar Fakultas Hukum itu menuturkan maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk menata niat.

Setiap aktivitas akademik, baik belajar belajar, meneliti, mengajar, dan mengabdi harus diniatkan ibadah.

Menurutnya, integrasi antara keilmuan, keislaman dan kemanusiaan yang menjadi ciri UMI merupakan wujud nyata dari misi profetik Nabiyullah Muhammad SAW.

“Dengan semangat Maulid Nabi SAW, kita diingatkan agar tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berkarakter Islami, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat manusia,” tutur Prof Hambali.

Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar mengatakan peringatan maulid momentum untuk mengingat Nabi Muhammad.

“Hampir seluruh dunia merayakannya. Ini bentuk penghormatan Rasullah, dan momentum mengingat ajaran Nabi Muhammad,” kata Prof Masrurah Mokhtar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved