Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengurus KONI Mundur Massal, Ismail: Ada 3 Bulan Tak Pernah Masuk Kantor

Beredar rumor mengaitkan pengunduran diri itu dengan dugaan pengelolaan anggaran tidak berjalan baik

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Siti Aminah
DINAMIKA KONI - Ketua KONI Makassar Ismail diwawancara di kawasan Karebosi Jl Jenderal Ahmad Yani, Selasa (9/6/2026). Ismail, angkat bicara terkait dinamika internal organisasi yang sempat mencuat pada Mei lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Beredar rumor yang mengaitkan pengunduran diri itu dengan dugaan pengelolaan anggaran yang tidak berjalan baik di internal organisasi
  • Namun, Ismail membantah anggapan tersebut
  • Ia menegaskan pengunduran diri para pengurus merupakan bagian dari proses evaluasi organisasi

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ketua KONI Makassar, Ismail, angkat bicara terkait dinamika internal organisasi yang sempat mencuat pada Mei lalu.

Beberapa pengurus ramai-ramai mengundurkan diri.

Penyebab mundurnya sejumlah pengurus tersebut sempat menjadi perbincangan dan memunculkan berbagai spekulasi.

Bahkan, beredar rumor yang mengaitkan pengunduran diri itu dengan dugaan pengelolaan anggaran yang tidak berjalan baik di internal organisasi.

Namun, Ismail membantah anggapan tersebut. 

Ia menegaskan pengunduran diri para pengurus merupakan bagian dari proses evaluasi organisasi yang telah diputuskan melalui rapat pimpinan dan rapat pleno KONI Makassar.

"Kalau itu hal biasa dalam organisasi. KONI ini kan sudah rapat pimpinan, sudah rapat pleno memberikan sepenuhnya mandat kepada ketua umum untuk mengevaluasi pengurusnya. Sudah itu yang saya lakukan," ujar Ismail ditemui di Kawasan Karebosi, Jl Jenderal  Ahmad Yani Selasa (9/6/2026).

Evaluasi disebut dilakukan pada 1 Mei, sementara pengunduran diri sejumlah pengurus, baru diajukan beberapa hari setelahnya, 11 Mei 2026.

Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi Ketua Umum KONI Makassar untuk melakukan penataan ulang struktur kepengurusan. 

Sejumlah pengurus yang dinilai tidak aktif maupun tidak memenuhi komitmen organisasi masuk dalam daftar evaluasi.

Ismail mengungkapkan, salah satu temuan dalam evaluasi adalah rendahnya tingkat kehadiran sejumlah pengurus dalam aktivitas organisasi.

Ia mengatakan dalam pakta integritas telah diatur kewajiban pengurus untuk aktif berkantor dan menjalankan tugas organisasi.

"Ada yang tiga bulan tidak masuk, ada dua bulan, ada sebulan tidak pernah masuk. Untuk apa dipertahankan?" tegas Ismail.

Menurutnya, masih banyak pihak yang memiliki komitmen untuk memajukan olahraga di Kota Makassar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved