Daftar 4 Gubernur Kinerja Buruk Versi Generasi Muda, 2 Orang Dekat Jokowi
Selain merilis survei gubernur dengan kinerja terburuk, platform media Muda Bicara ID juga merilis hasil survei gubernur dengan kinerja terbaik.
Bobby Nasution pun menjadi gubernur termuda di Indonesia, yakni dengan usia 33 tahun saat dilantik.
Bobby Nasution lahir di Medan pada 5 Juli 1991.
Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Muhammadiyah 02 Pontianak,.
Kemudian, Bobby melanjutkan ke SMP Negeri 22 Bandar Lampung dan SMA Negeri 09 Bandar Lampung.
Pendidikan tingginya ditempuh di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ia meraih gelar Sarjana di Fakultas Ekonomi dan Manajemen serta melanjutkan studi Magister Manajemen di kampus yang sama pada 2015.
Sebelum terjun ke dunia politik, Bobby Nasution lebih dikenal sebagai pengusaha.
Ia aktif dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) .
Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI sejak 2019.
Karier politiknya dimulai ketika ia maju sebagai calon Wali Kota Medan dalam Pilkada 2020 melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Kemenangannya membawa Bobby menjabat sebagai Wali Kota Medan periode 2021-2025.
Ia dikenal dengan berbagai program pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik.
Setelah memimpin Medan, Bobby memutuskan untuk maju dalam Pilkada Sumut 2024.
Dengan dukungan sejumlah partai politik, termasuk Partai Gerindra dan Golkar, ia berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut.
Profil Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 19 Mei 1965. Ia merupakan politikus yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan parlemen.
Khofifah dikenal sebagai sosok perempuan yang berasal dari keluarga sederhana. Ia tumbuh di lingkungan perkampungan padat di Wonocolo, Surabaya.
Sejak kecil, Khofifah sudah terbiasa berjualan es lilin untuk membantu keluarganya.
"Saya dulu saat kecil itu jualan es lilin keliling kampung. Sambil bermain, sambil jualan es. Saya nggak malu," ujar Khofifah dalam sebuah wawancara.
Dalam perjalanan karier politiknya, Khofifah pernah gagal dalam Pilgub Jatim pada 2008 dan 2014 sebelum akhirnya menang pada 2018 dan kembali terpilih pada 2024.
Profil Ahmad Luthfi
Ahmad Luthfi jebolan Sepa Milsuk Polri.
Luthfi lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 22 November 1966.
Ia bergabung bersama Korps Bhayangkara melalui Sekolah Perwira (Sepa) Militer Sukarela (Milsuk) Polri pada tahun 1989 dengan pengalamannya di bidang intelijen keamanan.
Selepas lulus dari Sepa Milsuk Polri, Luthfi kembali melanjutkan pendidikan kepolisian di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri pada tahun 2000.
Lima tahun berikutnya, Luthfi kembali masuk ke lingkungan pendidikan dengan bergabung di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri pada tahun 2005 dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada tahun 2007.
Sementara pendidikan kejuruan yang ditempuhnya meliputi, Diktap Polri tahun 1992, Daspa Serse tahun 1994, dan Dikjur Perwira Provos tahun 1995.
Orang dekat Jokowi
Luthfi merupakan sosok yang punya hubungan dekat dengan Presiden Joko Widodo.
Hubungan keduanya terbina dengan baik sejak Luthfi bertugas sebagai Wakil Kapolres Solo pada tahun 2011.
Kala itu, Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo.
Setelahnya, Markas Besar Polri mempromosikan Ahmad Lutfhi menjadi Kapolres Solo pada tahun 2015. Pada tahun tersebut, Jokowi telah menjabat presiden.
Setelah bertugas di Solo, Luthfi kemudian mendapat promosi menjadi Analisis Kebijakan Madya Bidang Sosial Budaya Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri pada 2017.
Lalu, Wakil Kapolda Jawa Tengah pada 2018 dan Kapolda Jawa Tengah pada 2020 hingga sekarang.
Saat ini, Luthfi menyandang pangkat Irjen atau jenderal bintang dua Polri.
Profil Rudy Mas'ud
Dilansir dari BangkaPos.com, Rudy Mas'ud merupakan sosok kelahiran di Balikpapan pada 7 Desember 1981.
Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 008 Balikpapan (1987–1993), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 4 Samarinda (1993–1996), dan SMA Negeri 2 Balikpapan (1996–1999).
Rudy Mas'ud melanjutkan pendidikan tinggi dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Mulawarman pada tahun 2006.
Ia juga meraih gelar Magister Ekonomi dari universitas yang sama pada tahun 2020.
Pada tahun 2024, Rudy telah resmi meraih gelar Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman.
Perjalanan Karier Rudy Mas’ud
Saat ini, Rudy Mas'ud menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur untuk masa jabatan 2025-2030 setelah terpilih pada Pilkada Kaltim 2024.
Dilansir dari Antara, KPU Kalimantan Timur menyatakan Rudy Mas'ud dan Seno Aji menang setelah meraih suara 55,7 persen dengan mengumpulkan 997.344 suara sah dalam Pilgub Kaltim 2024.
Dilansir dari Kompas.com, pasangan ini mendapatkan dukungan dari koalisi besar yang terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PKS, PAN, PPP, PSI, PBB, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda.
Sebelum dikenal sebagai politikus, Rudy Mas'ud dikenal sebagai pengusaha sukses di berbagai sektor, termasuk transportasi bahan bakar, galangan kapal, dan penyimpanan bahan bakar.
Ia sempat menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan, seperti Executive Chairman PT Barokah Bersaudara Perkasa (2000–2018) dan Direktur Utama PT Barokah Gemilang Perkasa (2008–2018).
Rudy juga aktif dalam bidang organisasi dan sempat menjabat sebagai Ketua Perbasasi Kalimantan Timur (2017–2021), Ketua SOKSI Kalimantan Timur (2018–2023), dan Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur (2020–2025).
Di partai politik, Rudy Mas'ud juga sempat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pertahanan DPP Partai Golkar (2019–2024).
Rudy Mas'ud memulai karier politiknya dengan terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024, mewakili daerah pemilihan Kalimantan Timur.
Di DPR, Rudy duduk di Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan teknologi.
Rudy yang berpasangan dengan Seno Aji dan berhasil memenangkan Pilkada Kaltim 2024 mengalahkan petahana Isran Noor.
Sebagai Gubernur terpilih, Rudy berkomitmen untuk memajukan Kalimantan Timur dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan ekonomi daerah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan visi tersebut.
Salah satu program unggulan yang dikampanyekan Rudy Mas'ud adalah "Gratis Pol", yang mencakup pemberian pakaian gratis untuk siswa SMA serta penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program ini diharapkan dapat direalisasikan pemerintahan Rudy Mas'ud dalam 100 hari pertama masa jabatannya sebagai Gubernur Kalimantan Timur tepilih.
(TribunNewsmaker.com/TribunJabar.id)
Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com
Gubernur Sumut
Sumut
Bobby Nasution
Sumatera Utara
Muda Bicara ID
Khofifah Indar Parawansa
Ahmad Luthfi
Pramono Anung
| Sosok Brigjen Raziman Tarigan Alumnus Akpol 1974 Jadi Korban Tabrak Lari, Dimakamkan di TMP |
|
|---|
| Khofifah Indar Parawansa Pulang ke Makassar, Hadiri Mappacci Ahmad Parawansa |
|
|---|
| Profil Brigjen TNI Zainul Bahar Kasdam V Brawijaya, Adik Ahmad Luthfi Gubernur Jawa Tengah |
|
|---|
| Tertunduk Lesu Pakai Rompi Oranye, Fadia Arafiq: Saya Sama Pak Gubernur saat Rumah Saya Digerebek |
|
|---|
| Gawat! Sulsel Masuk Lima Besar Jumlah Kejahatan Tertinggi di Indonesia, Sumatera Utara Nomor Satu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bobby-Nasution-ketika-13.jpg)