Waspada Gelombang PHK di Sulsel
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat, korban PHK secara nasional mencapai 150.000 orang sepanjang Januari hingga Juni 2025.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulawesi Selatan (Sulsel) patut mewaspadai gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat, korban PHK secara nasional mencapai 150.000 orang sepanjang Januari hingga Juni 2025.
Data itu mengacu pada catatan BPJS Ketenagakerjaan yang merekam banyaknya warga yang keluar dari kepesertaan jaminan ketenagakerjaan
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulawesi Selatan (Sulsel), Satriya Madjid meminta pemerintah daerah untuk mewaspadai gelombang PHK diprediksi bakal terjadi.
“Jadi hal yang sama akan terjadi di Sulawesi Selatan, kita tidak bisa pungkiri (gelombang PHK),” katanya, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Kamis (31/7/2025).
Baca juga: Sulsel Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Sulawesi, Menteri Ketenagakerjaan: Data Mengacu BPJS
Satriya Madjid menjelaskan, PHK dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya pelemahan ekonomi global.
Pelemahan ekonomi global dinilai sangat dipengaruhi akibat permintaan pasar ekspor, yang menjadi sumber pendapatan.
PHK juga dipengaruhi perubahan model bisnis atau biasa disebut disrupsi teknologi.
Sehingga tenaga kerja diambil alih teknologi.
“Itu sesuatu yang kita tidak bisa pungkiri, sehingga penggunaan tenaga kerja menjadi berkurang,” jelas Satriya Madjid.
Ia menegaskan, kondisi saat ini memang kurang lapangan kerja karena melemahnya pasar.
Contohnya di sektor konstruksi, terutama real estate hampir banyak ditemui pailit.
Mereka dinilai tidak bisa menjual produknya, pada akhirnya berujung kepada gagal bayar di perbankan.
“Nah ini semua kan yang menicu terjadinya penghentian pekerjaan, lapangan kerja tidak tersedia gitu,” kata Satriya Madjid.
Pengamat: Kecil Kemungkinan Terjadi
| Farhan Gunawan Co-Pilot Pesawat Jatuh di Pangkep, Putra Malili Anak Karyawan PT Vale |
|
|---|
| Pesawat ATR 42-500 Diduga Meledak, Polda Sulsel Turunkan Tim Indentifikasi Korban |
|
|---|
| Kajati Sulsel Makan Mie Kering di Kedai Tujuh Belas Makassar, Silaturahmi dengan Aktivis Antikorupsi |
|
|---|
| Foto-foto Tim SAR dan Relawan Menembus Medan Terjal di Balocci Pangkep, TNI Bawa Naik Kantong Mayat |
|
|---|
| H+1 Pesawat ATR 42-500 Jatuh, Helikopter Lanud Sultan Hasanuddin Terbang di Atas Leang-leang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250731-Satrya-Madjid-dan-Sutardjo-Tui.jpg)