Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berita Viral

Viral di Makassar! Juru Parkir Aniaya Pedagang Sayur di Pasar Kalimbu

Korban diketahui bernama Jumasing (49) telah melaporkan kejadian penganiayaan itu ke Polrestabes Makassar.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
Tribun-Timur.com/Muslimin Emba
PENGANIAYAAN - Kolase tangkapan layar CCTV dan video beredar aksi premanisme terhadap pedagang sayur di Pasar Kalimbu dan Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin saat ditemui di kantornya, Jl Ahmad Yani, Selasa (29/7/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Viral di sosial media, seorang pedagang sayur dianiaya pria di Pasar Kalimbu, Jl Veteran Utara, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, pria tak mengenakan baju itu, tampak memukuli si pedagang sayur.

Meski berusaha dilerai, pria yang belum diketahui identitasnya itu, terus memukuli korban.

Korban bernama Jumasing (49) telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Makassar.

Dalam foto tanda terima laporan beredar, terduga pelaku atau terlapor disebut berinisial S.

Peristiwa penganiayaan itu berlangsung pada Jumat (25/7/2025) pagi.

Disebut dalam laporan korban, terlapor S datang marah-marah meminta uang sewa lapak.

Dan apabila tidak diberi uang, terlapor melarang pelapor berjualan.

Saat pelapor hendak masuk ke dalam mobil, terlapor pun disebut memukul pelapor.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin yang ditemui di kantornya, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, membenarkan adanya kejadian itu.

Baca juga: Kronologi Penemuan Tulang Terbungkus Kain Putih depan Rumah Warga Jl Sabutung Baru Makassar

Wahid mengatakan, saat ini Tim Jatanras Polrestabes Makassar sementara menyelidiki kasus itu.

"Jadi memang benar ada video viral seorang pria yang diduga merupakan juru parkir di Pasar Kalimbu diduga melakukan penganiayaan terhadap pedagang," ujar Wahid ditemui, Selasa (29/7/2025) sore.

Lebih lanjut dijelaskan Wahid, awal mula penganiayaan itu terjadi lantaran terlapor tidak diberi uang oleh pelapor.

Uang itu, kata Wahid, berupa jasa parkir.

"Awalnya itu karena pelaku ini meminta uang untuk jasa parkirnya, tapi mungkin terjadi kesalahpahaman kemudian terjadi cekcok dan melakukan penganiayaan," terang Wahid.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved