Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bahagianya Anugrah dan Melati Dapat Perlengkapan Sekolah Baru dari Dharma Wanita Sulsel

Perlengkapan sekolah itu, dibawa Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel Melani Simon Jufri yang juga istri Sekprov Sulsel, Jufri Rahman.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
Tribun-Timur.com/Muslimin Emba
BANTUAN SERAGAM - Saat pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel menyerahkan seragam sekolah baru ke Anugrah (16) siswi kelas satu SMP di Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (18/7/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Momen bahagia dirasakan Anugerah (16), siswi SMP Negeri 24 Makassar, Jl Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Di tahun ajaran baru ini, siswi dengan gangguan pertumbuhan restriktif ini mendapatkan perlengkapan sekolah baru.

Mulai buku dan alat tulis, tas, seragam sekolah dan juga sepatu baru akan mengawali langkahnya menempuh pendidikan di bangku sekolah pertama.

Perlengkapan sekolah itu, dibawa Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulawesi Selatan, Melani Simon Jufri yang juga istri Sekprov Sulsel, Jufri Rahman.

Melani mendatangi rumah Anugrah bersama pengurus DWP Provinsi Sulsel lainnya, Jumat (18/7/2025).

Anugrah tinggal di rumah sederhana Jl Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Di rumah seluas 4x6 meter itu, ia hidup bersama ibu dan ayah serta tiga saudara-saudarinya.

Hanya ada satu tempat tidur di dalam rumah berdinding papan dan seng itu.

Baca juga: Hari Pertama Pengenalan Sekolah di Makassar Siswa SMP Pakai Seragam SD

Tak ada sekat kamar. Ruang tamu atau ruang keluarga menyatu dengan dapur.

"Kalau malam, saya sama mamakku, Anugerah sama adikku satu lagi di atas kasur tidur. Bapak sama adik laki-laki tidur melantai," ucap kakak Anugrah, Nur Alifiah.

Ayah Anugrah, Mahmud Daeng Bella (42) bekerja sebagai buruh harian lepas.

Penghasilan tak menentu, mewarnai hari-harinya.

Sang istri, Daeng Intang (40) turut membanting tulang demi membantu perekonomian keluarga.

Ia bekerja sebagai tukang sapu jalan atau pasukan 'Orange' yang sejak pagi hingga sore berjibaku membersihkan sampah di jalan.

Dibantu Nur Alifiah, yang bekerja sebagai karyawan swasta, Mahmud dan Daeng Intang bahu membahu menyekolahkan Anugrah dan dua adiknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved