Pelecehan Seksual
Sopir Lecehkan Penumpang yang Masih di Bawah Umur Ditangkap di Palopo
Kasus ini berawal saat korban berinisial NKS (14) hendak menuju Kabupaten Luwu dari Luwu Timur pada Senin (14/7/2025).
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Sopir mobil lintas daerah ditangkap polisi setelah dilaporkan melakukan pelecehan terhadap penumpangnya.
Kasus ini berawal saat korban berinisial NKS (14) hendak menuju Kabupaten Luwu dari Luwu Timur pada Senin (14/7/2025).
Saat korban tiba di Kota Palopo, ia dipindahkan ke mobil angkutan umum lainnya.
Saat korban berada diatas mobil yang akan membawanya ke Kabupaten Luwu dari Kota Palopo, supir mobil yang diketahui bernama Ridwan Muis kemudian melecehkannya dengan memegang ptubuh korban.
"Saat berada diatas mobil, supir mobil mengunci pintu dan menutup seluruh jendela kendaraannya. Pelaku kemudian melecehkan korban dan menghentikan aksinya setelah penumpang lain mendekat ke mobilnya," kata Kasi Humas Polres Palopo, AKP Supriadi, Kamis (17/7/2025).
Korban kemudian melarikan diri saat penumpang lain memasuki mobil terduga pelaku.
Ia meninggalkan dompetnya yang berisi uang tunai sebesar Rp 500 ribu dan handphone di mobil tersebut.
"Korban menyelamatkan dirinya dan meninggalkan dompet dan hpnya di mobil pelaku. Setelah itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Palopo," tambahnya.
Baca juga: Butuh Bukti Apa Lagi untuk Usut Tuntas Pelecehan Seksual Terduga Dokter di Luwu? Ini Kata Polisi
Setelah menerima laporan tersebut, polisi mengamankan terduga pelaku di kediamannya di Jalan Cempaka, Kelurahan Balandai, Palopo pada Rabu (16/72025) malam.
"Terduga pelaku diamankan tadi malam di rumahnya beserta barang bukti berupa mobil Toyota Calya dan tas korban," lanjutnya.
Saat ini terduga pelaku diamankan di Mapolres Palopo untuk penyelidikan lebih lanjut.
Terduga pelaku juga telah mengaku telah melakukan aksi bejatnya tersebut kepada korban yang merupakan anak dibawah umur.
Warga menilai perbuatan bejat terduga pelaku mencoreng citra angkutan umum yang seharusnya aman dan nyaman bagi semua penumpang.
Banyak warga yang menyayangkan kejadian ini, mengingat angkutan umum adalah sarana transportasi yang kerap digunakan terutama untuk lintas daerah.
Salah satunya adalah Ida (50), ibu rumah tangga yang rutin menggunakan angkutan umum untuk lintas daerah.
"Seharusnya angkutan umum itu tempat yang aman. Kami sering bepergian bersama anak-anak, dan kejadian seperti ini sangat meresahkan," ujar Wati.
Ia menilai kejadian tersebut bisa membuat masyarakat merasa takut menggunakan transportasi umum terutama kaum hawa.
"Kalau dibiarkan, bisa berdampak buruk pada kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan umum. Kita perempuan pasti takut untuk naik kendaraan umu kalau ada kejadian begini," tutupnya.(*)
| Korban Depresi, Polisi Masih Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Libatkan Guru Besar di Palopo |
|
|---|
| Dugaan Pelecehan Libatkan Guru Besar di Palopo, Korban Jalani Visum Psikiatri |
|
|---|
| Pacar Terduga Korban Pelecehan Seksual Guru Besar UIN Palopo Dilaporkan ke Polisi |
|
|---|
| Korban Dugaan Pelecehan Profesor UIN Palopo Jalani Pemeriksaan Kejiwaan |
|
|---|
| Polisi Periksa 4 Saksi Dugaan Pelecehan Seksual Profesor UIN Palopo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250717-Pelaku-Pelecehan-Seksual.jpg)