Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Agam Rinjani dan Kenangan 2 Liter Beras Ibunya saat Tinggal di dekat TPA Antang Makassar

Agam Rinjani terlahir dari keluarga sederhana pasangan Saharna Daeng Rimang (77) dan Khairul Agam yang meninggal dunia 2021 lalu.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
Tribun-Timur.com/Muslimin Emba
AGAM RINJANI - Saharna Daeng Rimang (77) ibu Agam saat memperlihatkan foto Agam alias Ucok remaja di rumahnya Jl Manunggal, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Senin (14/7/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sosok Agam Rinjani kini ramai diperbincangkan setelah menjadi relawan SAR yang mengevakuasi jenazah pendaki Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh ke jurang Gunung Rinjani.

Juliana ditemukan tewas di jurang dengan kedalaman 600 meter pada Selasa (24/6/2025).

Aksi heroik Agam saat mengevakuasi jenazah Juliana dan video permintaan maafnya kepada keluarga korban menjadikannya viral di media sosial. 

Warga Brasil juga membuka donasi untuk Agam sebagai bentuk apresiasi atas jasanya hingga terkumpul Rp1,5 miliar.

Baca juga: Cerita Agam Rinjani 6 Tahun Tinggal Serumah Selle KS Dalle Wakil Bupati Soppeng

AGAM RINJANI - Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle (kiri) dan Agam Rinjani (kanan). Agam Rinjani kenang masa bersama Selle KS Dalle.
 
AGAM RINJANI - Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle (kiri) dan Agam Rinjani (kanan). Agam Rinjani kenang masa bersama Selle KS Dalle.   (Instagram/Selle KS Dalle)

Lalu siapa sosok Agam?

Agam terlahir dari keluarga sederhana pasangan Saharna Daeng Rimang (77) dan Khairul Agam yang meninggal dunia 2021 lalu.

Daeng Rimang, adalah sosok ibu rumah tangga dan pekerja keras.

Sementara sang ayah, Khairul Agam mencari nafkah dengan menjadi tukang ojek di Sorong Papua.

Agam Rinjai lahir di lingkungan keluarga sederhana.

Khairul Agam dan Daeng Rimang mulanya tinggal ngontrak di Tanjung Alang.

Kemudian, pada 1992 saat Agam berumur empat tahun, sang ayah dan ibu pindah tinggal di Jl Antang Raya, tak jauh dari kawasan TPA Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Di kawasan TPA itu, Daeng Rimang membantu perekonomian keluarga dengan nyambi menjadi pengepul kaleng bekas.

Sementara Khairul Agam yang dulunya pelaut, bekerja sebagai teknisi pemasangan pipa PDAM.

Kemudian pada tahun 1999, Khairul Agam memilih merantau ke Sorong Papua, sebagai tukang ojek.

Agam kecil yang disapa Ucok, kerap membantu ibunya mengepul kaleng bekas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved