Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Viral Dosen UNM Tewas Tergantung di Depan Poltekkes Makassar

HY nampak mengenakan celana kain abu-abu dan jaket hitam garis merah bermerk REI.

Tayang:
Editor: Sudirman
Ist
UNM - Viral dosen UNM tewas tergantung. Korban ditemukan tergantung di depan Poltekkes Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Viral seorang dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) tewas tergantung.

Korban HY disebut dosen Pendidikan Khusus UNM.

HY merupakan dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ia merupakan alumni Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Ia ditemukan tergantung di depan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Makassar.

Baca juga: Setelah Pelecehan Seksual, UNM Diterpa Dugaan Korupsi

HY nampak mengenakan celana kain abu-abu dan jaket hitam garis merah bermerk REI.

Sekitar lokasi terparkir motor Mio 125 warna merah plat DT 6618 LF.

Polisi telah mendatangi lokasi kejadian.

Polisi melepas jeratan tali di leher korban lalu menurunkannya secara perlahan.

Setelah berhasil dievakuasi, mayat pun dimasukkan ke ambulans dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk penyelidikan polisi.

Informasi yang diperoleh, temuan mayat itu pertama kali dilihat oleh tiga orang buruh harian yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Buruh itu lalu menyampaikan informasi ke sekuriti Poltekkes Kemenkes Makassar untuk dilaporkan ke polisi.

"Jadi tadi kita sementara olahraga bersama tiba-tiba ada laporan dari warga bahwa ada orang gantung diri di Jl Tidung," kata Kapolsek Rappocini Kompol Ismail.

Setelah dilakukan olah TKP sementara, kata Ismail, tidak ditemukan tanda pengenal pada mayat.

"Identitasnya belum diketahui, sekarang dibawa ke RS Bhayangkara," ujar Ismail.

Selain itu, juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.

Warga sekitar lokasi, kata dia, juga tidak ada yang mengenali sosok mayat tersebut.

"Dokpol dan Inafis sudah melakukan identifikasi, mendalami, untuk kekerasan belum kita temukan," terang Ismail

"Tidak ada sama sekali kartu identitas yang dikantongi almarhum. Tidak ada yang kenal juga di sekitar situ," sambungnya.

Ia mengimbau bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk datang ke Polsek Rappocini atau ke Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.

"Kalau ada salah satu warga atau yang mengaku keluarga silakan hubungi pihak kepolisian. Bisa juga langsung ke RS Bhayangkara," kata dia.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved