Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok AKBP Restu Wijayanto Kapolres Bulukumba, Dicatut Minta Uang, Sudah Ada Korban

Kasus penipuan mengatasnamakan pejabat kembali menjadi sorotan di Kabupaten Bulukumba.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PENIPUAN - AKBP Restu Wijayanto seusai menjenguk korban penyekapan di RS Bhayangkara Makassar, Jl Mappaodang, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (7/2/2025). AKBP Restu Wijayanto kini emban amanah jabat Kapolres Bulukumba. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sosok AKBP Restu Wijayanto Kapolres Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Nama AKBP Restu Wijayanto dicaut minta sejumlah uang kepada warga.

Identitas AKBP Restu Wijayanto sebagai Kapolres dimanfaatkan untuk penipuan online.

Kasus penipuan mengatasnamakan pejabat kembali menjadi sorotan di Kabupaten Bulukumba.

Nama sejumlah pejabat daerah, termasuk dari institusi kepolisian, kerap dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Terbaru, nama AKBP Restu Wijayanto digunakan oleh pelaku untuk meminta sejumlah uang kepada warga.

Tak hanya Kapolres, beberapa pejabat utama Polres Bulukumba lainnya juga turut disebut-sebut dalam aksi penipuan serupa.

Menanggapi hal ini, Kapolres Bulukumba mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak menanggapi permintaan yang mencurigakan, terutama yang dilakukan melalui pesan teks atau telepon.

“Segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan saya maupun pejabat Polres lainnya, apalagi dengan maksud meminta sejumlah uang, adalah murni tindakan penipuan dan tidak benar,” tegas AKBP Restu Wijayanto, Kamis (26/6/2025).

Ia meminta masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan online yang mengaku sebagai dirinya atau pejabat kepolisian lainnya.

Apalagi jika dalam komunikasi tersebut terdapat permintaan uang atau janji bantuan tertentu.

Mantan Kapolres Pelabuhan Makassar itu menegaskan,  institusi Kepolisian tidak pernah melakukan komunikasi pribadi untuk urusan bersifat pribadi atau keuangan melalui media sosial.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya dan segera melakukan konfirmasi ke kantor kepolisian terdekat jika menerima informasi yang meragukan.

“Laporkan segera ke pihak berwajib apabila menjadi korban atau mengetahui adanya upaya penipuan serupa,” imbuhnya.

Data dari Satreskrim Polres Bulukumba mencatat bahwa total kerugian masyarakat akibat penipuan online telah mencapai lebih dari Rp100 juta.

Umumnya, modus yang digunakan adalah dengan menjanjikan sesuatu kepada korban.

Sebelum menerima imbalan atau keuntungan yang lebih besar, korban terlebih dahulu diminta untuk mentransfer sejumlah uang kepada pelaku.

Salah satu kasus terbaru menimpa Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bulukumba, Tayeb Manangkasi.

Ia menjadi korban penipuan oleh seseorang yang mengaku sebagai jurnalis salah satu media lokal. 

Tayeb sempat mentransfer uang ratusan ribu rupiah sebelum akhirnya menyadari bahwa dirinya telah tertipu.

Masyarakat pun diminta untuk:

1. Waspada terhadap pesan mencurigakan dari nomor tak dikenal.

2. Tidak menanggapi permintaan uang dalam bentuk apapun, terutama dari yang mengaku pejabat.

3. Melakukan konfirmasi langsung ke kantor kepolisian terdekat.

4. Melapor jika menerima pesan mencurigakan atau menjadi korban.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk turut mengambil peran dalam pencegahan kejahatan digital, terutama melalui edukasi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kesadaran dan kewaspadaan bersama adalah kunci untuk melindungi diri dari kejahatan siber. Jangan beri ruang bagi pelaku penipuan untuk memanfaatkan kelengahan kita,” pungkasnya.

Dapat Promosi Jabatan Kapolres Bulukumba Usai Bongkar Jaringan Narkoba Makassar

AKBP Restu Wijayanto resmi menjabat sebagai Kapolres Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Jumat (11/4/2024).

AKBP Restu Wijayanto mengemban amanah sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar mulai 27 Juni 2024 hingga dimutasi sebagai Kapolres Bulukumba pada 12 Maret 2025.

Serah terima jabatan akan dilakukan pada Jumat mendatang dengan Kapolres lama, AKBP Andi Erma Suryono.

"Serah terima jabatan resmi akan dilakukan pada Jumat mendatang," kata Kasi Humas Polres Bulukumba, AKP Marala, Selasa (8/4/2025).

Sebelum menjabat sebagai Kapolres Bulukumba, Restu Wijayanto merupakan Kapolres Pelabuhan Makassar.

Selama menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar, ia pernah mengungkap kasus narkotika dengan barang bukti sebanyak 6,7 kilogram pada Agustus 2024.

Restu Wijayanto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol ) tahun 2004 dari Kompi Tatag Trawang Tungga.

Ia pernah menjabat sebagai Wakapolres Bengkulu pada 2016-2017, serta Koorspripim Polda Bengkulu pada 2021. 

Selain itu, ia juga pernah bertugas sebagai Staf Teknis Polri dan merupakan lulusan pendidikan Sespim tahun 2022.

Lulusan pendidikan Sespim tahun 2022 ini juga memiliki pengalaman dalam bidang lalu lintas.

Di Polda Sulsel, Restu Wijayanto pernah menjabat sebagai Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulsel, Koorspripim Polda Sulsel, dan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel.

Ia menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar mulai 27 Juni 2024, sebelum akhirnya dimutasi menjadi Kapolres Bulukumba pada 12 Maret 2025.

Selama masa tugasnya Restu berhasil bongkar sindikat narkoba di Makassar dan kasus penyekapan anak. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved