Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkot Makassar

13 Camat, 15 Sekcam, dan 153 Lurah di Makassar Menanti Kepastian Nasib di Era Munafri-Aliyah

Masih ada 13 camat, 15 sekcam, dan 153 lurah yang masih menanti kepastian nasibnya pada pemerintahan era Munafri-Aliyah. 

Editor: Sakinah Sudin
Dok Humas Pemkot Makassar
MUTASI PEJABAT - Kolase: Momen Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melantik Camat Wajo Maharuddin (kiri) bersama 23 pejabat eselon III lainnya di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (23/6/2025), dan Andi Husni (kanan) dilantik bersama 22 pejabat eselon II, 21 pejabat eselon III, dan dua pejabat eselon IV, sepekan sebelumnya, Senin (16/6/2025). Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah memberi sinyal bahwa penataan birokrasi akan terus berlanjut.  

"Pelantikan ini adalah sebuah proses yang berjalan dalam lingkup sebuah pemerintahan. Bolak-balik antara satu posisi dengan yang lainnya adalah hal yang sangat umum," ucapnya dalam pelantikan pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar di Balaikota, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/6/2025). 

Pergeseran dan pengisian jabatan dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja serta kebutuhan organisasi.

Ia juga menegaskan, ini bukan karena faktor kedekatan personal, keluarga, maupun kesamaan latar belakang.

"Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah proses bersama yang bisa meningkatkan dan membawa kita pada pencapaian target pembangunan yang lebih cepat," tegas Munafri.

Empat bulan memimpin Pemkot Makassar, ia secara langsung mengamati dan mengevaluasi pergerakan kinerja OPD.

Katanya, setiap era pemerintahan memiliki sistem dan strategi yang berbeda, namun pembangunan tetaplah berkelanjutan.

"Pembangunan ini adalah proses berkelanjutan. Bukan meninggalkan yang lama, tetapi melanjutkan dan menyempurnakan. Pergeseran ini adalah cara memaksimalkan kinerja," tuturnya

Munafri mengajak semua elemen untuk semangat membangun tim pemerintahan yang kuat dan saling mendukung.

Pemkot Makassar diharapkan mampu bergerak lebih cepat dan tepat dalam mencapai target pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Munafri menekankan pentingnya kolaborasi lintas SKPD tanpa ego sektoral. 

Ia mengingatkan, tidak ada organisasi perangkat daerah yang bisa bekerja sendirian tanpa dukungan satu sama lain.

"Di pemerintah kota ini tidak boleh dibangun ego sektoral, tidak boleh ada SKPD eksklusif. Semua harus saling support untuk hasil yang berdampak bagi masyarakat," ujarnya.

Ia kemudian menekankan sejumlah tantangan prioritas yang harus segera direspons cepat oleh SKPD terkait, seperti penerimaan siswa baru di sektor pendidikan, penanganan isu sosial melalui Dinas Sosial, dan program-program krusial lainnya.

Munafri juga menanggapi dinamika publik mengenai susunan "kabinet" baru yang beredar di masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

"Beberapa hari yang lalu beredar berbagai macam susunan kabinet. Tapi tidak semua yang ada di dalam list itu bisa terlantik. Ini adalah proses gerbong yang akan terus bergerak dengan cepat dan kuat," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved