Pemkot Makassar
13 Camat, 15 Sekcam, dan 153 Lurah di Makassar Menanti Kepastian Nasib di Era Munafri-Aliyah
Masih ada 13 camat, 15 sekcam, dan 153 lurah yang masih menanti kepastian nasibnya pada pemerintahan era Munafri-Aliyah.
"Pelantikan ini adalah sebuah proses yang berjalan dalam lingkup sebuah pemerintahan. Bolak-balik antara satu posisi dengan yang lainnya adalah hal yang sangat umum," ucapnya dalam pelantikan pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar di Balaikota, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/6/2025).
Pergeseran dan pengisian jabatan dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja serta kebutuhan organisasi.
Ia juga menegaskan, ini bukan karena faktor kedekatan personal, keluarga, maupun kesamaan latar belakang.
"Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah proses bersama yang bisa meningkatkan dan membawa kita pada pencapaian target pembangunan yang lebih cepat," tegas Munafri.
Empat bulan memimpin Pemkot Makassar, ia secara langsung mengamati dan mengevaluasi pergerakan kinerja OPD.
Katanya, setiap era pemerintahan memiliki sistem dan strategi yang berbeda, namun pembangunan tetaplah berkelanjutan.
"Pembangunan ini adalah proses berkelanjutan. Bukan meninggalkan yang lama, tetapi melanjutkan dan menyempurnakan. Pergeseran ini adalah cara memaksimalkan kinerja," tuturnya
Munafri mengajak semua elemen untuk semangat membangun tim pemerintahan yang kuat dan saling mendukung.
Pemkot Makassar diharapkan mampu bergerak lebih cepat dan tepat dalam mencapai target pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam arahannya, Munafri menekankan pentingnya kolaborasi lintas SKPD tanpa ego sektoral.
Ia mengingatkan, tidak ada organisasi perangkat daerah yang bisa bekerja sendirian tanpa dukungan satu sama lain.
"Di pemerintah kota ini tidak boleh dibangun ego sektoral, tidak boleh ada SKPD eksklusif. Semua harus saling support untuk hasil yang berdampak bagi masyarakat," ujarnya.
Ia kemudian menekankan sejumlah tantangan prioritas yang harus segera direspons cepat oleh SKPD terkait, seperti penerimaan siswa baru di sektor pendidikan, penanganan isu sosial melalui Dinas Sosial, dan program-program krusial lainnya.
Munafri juga menanggapi dinamika publik mengenai susunan "kabinet" baru yang beredar di masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
"Beberapa hari yang lalu beredar berbagai macam susunan kabinet. Tapi tidak semua yang ada di dalam list itu bisa terlantik. Ini adalah proses gerbong yang akan terus bergerak dengan cepat dan kuat," katanya.
Wali Kota Munafri Pimpin Rakor TPA, DLH Jadi Lead Sektor |
![]() |
---|
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham: Regulasi Harmonis Ciptakan Iklim Investasi Kondusif |
![]() |
---|
Peringatan Ketua Bunda PAUD Makassar Melinda Aksa: Pelaku Kekerasan Anak Sering dari Orang Dekat |
![]() |
---|
Letkol Laut Krisnadi Temui Wali Kota Makassar, Bahas Pemeriksaan Gigi Gratis Warga |
![]() |
---|
Tarif Parkir QRIS di Makassar: Rp3.000 Motor dan Rp5.000 Mobil, Berlaku 1 September |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.