Teropong
Hentikan
Sambil menghormat kepada sang pengendara, ia meminta diperlihatkan SIM dan STNK kendaraan
Sang pengendara tetap bersikeras bahwa lembaran fotokopi itu sama saja dengan aslinya.
“Saya tidak mau ditilang pak”, katanya dengan mantap.
Adu mulut terjadi, masing-masing merasa benar.
Orang yang lalu lalang akhirnya tertarik melihat adu mulut itu.
Pengalaman adu mulut penulis pernah rasakan juga.
Bukan tentang fotokopi SIM dan STNK, melainkan dianggap melanggar rambu lalu lintas.
Saat itu penulis langsung membelok ke kanan.
Tiba-tiba saja seorang polantas meloncat ke tengah jalan sambil menahan laju kendaraan penulis ke tepi jalan.
Petugas itu langsung meminta SIM dan STNK.
“Apa pelanggaran saya pak sehingga meminta SIM dan STNK ?” Dengan ringan ia berkata “Saudara melanggar rambu dilarang berbelok ke kanan.
Coba lihat rambu itu”, katanya dengan tegas.
Penulis mengikuti arah tangan sang polantas menunjuk rambu larangan itu.
Penulis tidak melihat rambu itu. Oh, rupanya tertutup oleh rimbunnya daun pepohonan di situ.
“Tampaknya rambu jebakan”, guman penulis dalam hati.
Hari ini kita banyak disuguhi peristiwa yang menarik untuk diperbincangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/abdul-gafar-1-11102021.jpg)